Keterbagian & Algoritma Pembagian

Bab 2 · Keterbagian & Algoritma Pembagian — Materi Interaktif
Materi Interaktif · Bab 2 · Teori Bilangan

Keterbagian &
Algoritma Pembagian

Belajar teori bilangan dari nol — bukan dengan menghafal, tetapi dengan memegang 12 mesin interaktif: periksa keterbagian sendiri, lompati garis bilangan, putar jam modulo, ayak bilangan prima, dan urai bilangan menjadi "DNA"-nya. Setiap rumus dijelaskan dari mana asalnya, dan satu set contoh pegangan menemani kita dari awal sampai akhir.

Masukana = 47, b = 6
Mesin Bab 2b·q + r
Keluaranq = 7, r = 5
14 lembar A4 12 mesin interaktif 12 soal kuis MathJax + Font Awesome
Penulis

Oleh: Rohmad Wahid Rhomdani — materi pembelajaran matematika, disusun edukatif dari nol untuk pembelajar mandiri.

"Matematika adalah ratu dari ilmu, dan teori bilangan adalah ratu dari matematika."

— Carl Friedrich Gauss

Contoh pegangan sepanjang materi

Agar selalu ada pegangan, kita memakai bilangan yang sama berulang kali: 47 ÷ 6 untuk algoritma pembagian, 360 untuk kriteria & faktorisasi prima, dan 36 & 60 untuk FPB & KPK. Bilangan ini muncul kembali di setiap lembar — lama-lama kamu hafal karakternya.

Peta Singkat

Definisi → sifat → algoritma pembagian → kriteria & modulo → prima & faktorisasi → FPB/KPK → uji keprimaan → kuis. Gulir perlahan; setiap lembar adalah satu gagasan utuh.

Bab 2 · Teori Bilangan Lembar 01/14
Peta Perjalanan

Enam bagian, satu benang merah

Semua konsep dibangun dari satu definisi sederhana: $b = a \cdot k$. Jika definisi ini kamu pegang, sisanya hanyalah konsekuensi. Klik dan ubah angkanya di setiap mesin — matematika paham lewat tangan, bukan mata saja.

Bagian 1

Definisi & Sifat Keterbagian

Notasi $a \mid b$, sifat refleksif, peran nol & satu, transitif, dan kombinasi linear. → Mesin 01–04

Bagian 2

Algoritma Pembagian

$a = bq + r$ dengan $0 \le r < b$ — mengapa pasangan $(q,r)$ selalu ada dan selalu tunggal. → Mesin 05

Bagian 3

Kriteria & Kongruensi

Aturan cepat habis dibagi 2, 3, 5, 9, 10 beserta asal-usulnya, lalu jembatan menuju $a \equiv b \pmod m$. → Mesin 06–07

Bagian 4

Prima & Faktorisasi

Bilangan prima, saringan Eratosthenes, Teorema Dasar Aritmetika, dan rumus banyak pembagi $\tau(n)$. → Mesin 08–09

Bagian 5

FPB & KPK

Pangkat terkecil vs pangkat terbesar, Algoritma Euclid, dan identitas FPB · KPK = a · b. → Mesin 10

Bagian 6

Uji Keprimaan & Kuis

Trik $\sqrt{n\,}$: cukup uji prima kecil. Ditutup lembar hafalan dan kuis 12 soal berpoin. → Mesin 11–12

Peta Konsep Lembar 02/14
Bagian 1 · Keterbagian

Definisi: kapan a "membagi" b?

Keterbagian bukan sekadar operasi pembagian — ia menanyakan keberadaan bilangan bulat k yang membuat perkalian genap pas.

Definisi 2.1

Keterbagian

Misalkan $a, b \in \mathbb{Z}$. Bilangan $a$ membagi $b$ jika terdapat bilangan bulat $k$ sehingga:

$b = a \cdot k$

Notasi: $a \mid b$ ("a membagi b"). Jika $k$ tidak ada, ditulis $a \nmid b$. Asal-usulnya sederhana: bagi bersisa $b \div a$ bersisa nol $\iff$ $b$ tersusun rapat dari kelipatan $a$ $\iff$ ada $k$ dengan $b = ak$.

Pilih pembagia = 3
Pilih kelipatank = 6
Bebas Sisa3 × 6
Hasilb = 18 → 3 ∣ 18
Benar

3 ∣ 18 karena $18 = 3 \cdot 6$ dan $k = 6 \in \mathbb{Z}$.

Salah

5 ∤ 27 karena $27 = 5 \cdot 5 + 2$ — selalu bersisa 2, tak ada $k$ bulat.

Mesin 01 · Pemeriksa Keterbagian

Balok disusun $a$ buah per baris. Semua baris penuh → $a \mid b$; baris yang tak penuh (kuning) adalah sisanya.

Definisi Keterbagian Lembar 03/14
Bagian 1 · Sifat-Sifat

Refleksif, nol, dan satu

Tiga sifat yang terlihat sepele tetapi justru paling sering dipakai di dalam pembuktian — dan semuanya lahir langsung dari definisi $b = ak$.

Teorema 2.1

Refleksif

$a \mid a$

Asalnya: $a = a \cdot 1$ — ambil $k = 1$.

Sifat 2.1

Peran Nol

$a \mid 0$

Asalnya: $0 = a \cdot 0$. Sebaliknya $0 \mid a$ hanya jika $a = 0$, sebab $0 \cdot k$ selalu $0$.

Sifat 2.2

Peran Satu

$1 \mid a$

Asalnya: $a = 1 \cdot a$; juga $a = (-1)(-a)$ sehingga $-1 \mid a$.

Awas Jebakan

Pernyataan 0 ∣ 0 bernilai benar menurut definisi keterbagian (sebab $0 = 0 \cdot k$ untuk k apa pun), tetapi ini berbeda dari operasi pembagian $5 \div 0$ yang tidak terdefinisi. Keterbagian bicara perkalian, bukan pembagian.

Cara membacanya

Setiap sifat di atas adalah "resep mencari $k$": refleksif → $k=1$; nol → $k=0$; satu → $k=a$ sendiri. Bila macet mencari $k$, coba salah satu dari tiga nilai ini.

Mesin 02 · Papan Uji Nol & Satu

Semua baris dihitung ulang otomatis saat a berubah.

Empat baris pertama selalu benar untuk a apa pun; hanya baris "0 ∣ a" yang bergantung nilai a.

Sifat Dasar Lembar 04/14
Bagian 1 · Dua Teorema Kunci

Transitif & kombinasi linear

Dua mesin pembuktian paling sering dipakai: keterbagian yang diteruskan rantai, dan pembagi yang mempertahankan hasil tambah-kurang.

Teorema 2.2 · Transitif

Jika $a \mid b$ dan $b \mid c$, maka $a \mid c$.

$c = b\cdot n = (a\,m)\,n = a\,(mn)$

Asal-usul: substitusi. Dari $b = am$ dan $c = bn$, gantikan $b$: $c = (am)n = a(mn)$, dan $mn \in \mathbb{Z}$. Contoh: $3 \mid 12$, $12 \mid 60$ → $60 = 3(4)(5) = 3 \cdot 20$ → $3 \mid 60$.

Mesin 03 · Rantai Transitif
Teorema 2.3 · Kombinasi Linear

Jika $a \mid b$ dan $a \mid c$, maka untuk setiap $m, n \in \mathbb{Z}$ berlaku $a \mid (mb + nc)$.

$mb + nc = m(ar) + n(as) = a\,(mr + ns)$

Asal-usul: faktorkan. Tulis $b = ar$, $c = as$, lalu keluarkan $a$ bersama. Karena $mr + ns \in \mathbb{Z}$, selesai. Contoh: $4 \mid 20$, $4 \mid 28$ → $3 \cdot 20 - 2 \cdot 28 = 4$, dan $4 \mid 4$.

Mesin 04 · Kombinasinator

Geser m dan n sekeras apa pun — $a$ selalu membagi hasilnya. Itulah isi teorema.

Transitif & Linear Lembar 05/14
Bagian 2 · Algoritma Pembagian

$a = bq + r$, dengan sisa yang patuh

Teorema 2.4 menjamin: untuk $b > 0$ selalu ada tepat satu pasangan $(q, r)$ dengan $0 \le r < b$ — inilah mesin dasar semua teori bilangan.

Definisi 2.2 & Teorema 2.4

Untuk $a \in \mathbb{Z}$ dan $b > 0$, terdapat unik $q, r \in \mathbb{Z}$:

$ a = b \cdot q + r, \qquad 0 \le r < b $

Asal-usul (garis bilangan): kelipatan $b$ berjajar setiap jarak $b$. Bilangan $a$ pasti jatuh di celah antara $bq$ dan $b(q+1)$; jarak dari $bq$ ke $a$ itulah $r$ — otomatis $0 \le r < b$. Keunikan: jika ada dua pasangan, $b(q-q') = r' - r$, padahal $|r'-r| < b$; satu-satunya kelipatan $b$ sekecil itu adalah $0$ → pasangannya sama persis.

Sah

−23 = 5(−5) + 2

sisa 2 memenuhi 0 ≤ 2 < 5.

Ditolak

−23 = 5(−4) − 3

sisa −3 < 0. Sisa tidak boleh negatif.

Masukana = 47, b = 6
Lompat 6-an6,12,…,42
Keluaranq = 7, r = 5
Mesin 05 · Garis Bilangan Pembagian

Lompatan teal sebanyak q kali sepanjang b menuju b·q; langkah kuning terakhir adalah sisa r. Tekan Putar untuk animasi.

Algoritma Pembagian Lembar 06/14
Bagian 3 · Kriteria Keterbagian

Cek habis dibagi tanpa pembagian panjang

Ketik bilangan apa pun (maks. 9 digit) — mesin memeriksa kelima aturan sekaligus dan menunjukkan mengapa aturan itu bekerja.

Sifat 2.5 · Lima Aturan Cepat
2digit terakhir genap10 habis dibagi 2
3jumlah digit habis dibagi 310 ≡ 1 (mod 3)
5digit terakhir 0 atau 510 habis dibagi 5
9jumlah digit habis dibagi 910 ≡ 1 (mod 9)
10digit terakhir 010 habis dibagi 10

Dari mana aturan 3 & 9 datang?

Karena $10 = 9 + 1$, maka $10 \equiv 1 \pmod 9$; perkalian apa pun dari 10 juga $\equiv 1$. Akibatnya $7245 = 7{\cdot}10^3 + 2{\cdot}10^2 + 4{\cdot}10 + 5 \equiv 7+2+4+5 = 18 \pmod 9$. Bilangan dan jumlah digitnya bersisa sama — itulah sumber aturannya. Karena $3 \mid 9$, aturan yang sama berlaku untuk 3.

Contoh Pegangan · 360

Digit akhir 0 → habis dibagi 2, 5, 10; jumlah digit 3+6+0 = 9 → habis dibagi 3 dan 9. Satu bilangan, lima kriteria lolos semua!

Mesin 06 · Analisis Digit
Kriteria Keterbagian Lembar 07/14
Bagian 3 · Kongruensi Modulo

Dua bilangan, satu posisi sisa

Sisa dari algoritma pembagian menjadi dasar kongruensi — bayangkan bilangan berjalan melingkar seperti jarum jam.

Definisi 2.3

$a \equiv b \pmod m$ dibaca "a kongruen b modulo m" jika:

$a \equiv b \ \pmod m \iff m \mid (a - b)$

Asal-usul: dari algoritma pembagian, $a = mq_1 + r_1$ dan $b = mq_2 + r_2$. Selisihnya $a - b = m(q_1 - q_2) + (r_1 - r_2)$. Jika sisa sama ($r_1 = r_2$), selisihnya murni kelipatan $m$ — dan sebaliknya. Jadi sisa sama ⟺ selisih kelipatan m.

Sifat 2.6 · modulo boleh dijumlah & dikali

Jika $a \equiv b \pmod m$ dan $c \equiv d \pmod m$, maka $a + c \equiv b + d \pmod m$ dan $ac \equiv bd \pmod m$. Inilah fondasi perhitungan modulo pada kriptografi, sistem jam, dan penanggalan.

Contoh 2.12

17 − 5 = 12, 6 ∣ 12

→ 17 ≡ 5 (mod 6); keduanya bersisa 5.

Bukan kongruen

17 − 6 = 11, 6 ∤ 11

→ 17 ≢ 6 (mod 6); sisa 5 vs 0.

Mesin 07 · Jam Modulo

Ring teal berjalan $a$ langkah, ring kuning $b$ langkah. Berhenti di titik yang sama → kongruen.

Kongruensi Modulo Lembar 08/14
Bagian 4 · Bilangan Prima

Prima, komposit, dan saringan Eratosthenes

Setiap bilangan > 1 adalah prima (tepat dua pembagi) atau komposit. Angka 1 bukan keduanya — dan di sinilah teori bilangan mulai seru.

Definisi 2.4 & 2.5

Prima $p > 1$: pembagi positifnya hanya $1$ dan $p$. Komposit $n > 1$: punya pembagi positif lain.

13 · prima12 · komposit 2 · satu-satunya prima genap
Sifat 2.7

1 bukan prima dan bukan komposit. Prima dituntut punya tepat dua pembagi positif; angka 1 hanya punya satu. Jangan sampai terjebak soal ini di ujian.

Teorema 2.5 · Lemma Euclid

Jika $p$ prima dan $p \mid ab$, maka $p \mid a$ atau $p \mid b$. Contoh: $5 \mid 15 \cdot 14$ karena $5 \mid 15$. Lemma inilah kunci keunikan faktorisasi prima pada lembar berikutnya.

Mesin 08 · Saringan Eratosthenes ≤ 100

Prima ditemukan: 0/25

Klik Prima Berikutnya untuk memulai, atau Otomatis. Sel emas (prima) juga bisa diklik untuk mencoret kelipatannya.
Bilangan Prima Lembar 09/14
Bagian 4 · Faktorisasi Prima

Mengurai bilangan jadi "DNA"-nya

Teorema Dasar Aritmetika (2.6): faktorisasi prima setiap $n>1$ itu unik — urutan boleh berbeda, isi selalu sama, seperti DNA.

Teorema 2.6 & Banyak Pembagi

Setiap $n > 1$ terurai sempurna dan tunggal:

$n = p_1^{a_1} \cdot p_2^{a_2} \cdots p_k^{a_k} \quad\Rightarrow\quad \tau(n) = (a_1{+}1)(a_2{+}1)\cdots(a_k{+}1)$

Asal-usul $\tau(n)$: setiap pembagi dibangun dengan memilih pangkat untuk tiap prima — untuk $p_i$ ada $a_i{+}1$ pilihan ($0, 1, \dots, a_i$). Aturan perkalian kombinasi langsung memberi hasilnya. Contoh pegangan: $360 = 2^3 \cdot 3^2 \cdot 5 \Rightarrow \tau = 4 \cdot 3 \cdot 2 = 24$ pembagi.

Contoh 2.19 · Keunikan

$90 = 2 \cdot 3 \cdot 3 \cdot 5 = 3 \cdot 5 \cdot 2 \cdot 3$ — urutan bebas, tetapi faktor dan banyaknya selalu sama. Hanya cara jalannya yang berbeda.

Tangga vs Pohon

Dua cara yang sama sahih: tangga membagi berulang dengan prima terkecil; pohon memecah bebas lalu mengumpulkan daun primanya. Coba keduanya di mesin — hasil akhirnya pasti identik.

Mesin 09 · Mesin Faktorisasi
Faktorisasi Prima Lembar 10/14
Bagian 5 · FPB & KPK

Pangkat terkecil vs pangkat terbesar

FPB mengambil prima yang sama dengan pangkat terkecil; KPK mengambil semua prima dengan pangkat terbesar. Selalu berlaku: FPB · KPK = a · b.

Resep FPB & KPK
FPB $= \prod p_i^{\min(\alpha_i,\,\beta_i)}$  ·  KPK $= \prod p_i^{\max(\alpha_i,\,\beta_i)}$

Asal-usul: FPB = pembagi perseketuan terbesar → tiap primanya harus ada di keduanya (ambil yang lebih kecil). KPK = kelipatan bersama terkecil → harus memuat semua prima (ambil yang lebih besar). Identitas FPB · KPK $= a \cdot b$ lahir dari $\min(\alpha,\beta) + \max(\alpha,\beta) = \alpha + \beta$ untuk setiap prima.

Contoh Pegangan · 36 & 60

$36 = 2^2 3^2$ dan $60 = 2^2 \cdot 3 \cdot 5$ → FPB $= 2^2 \cdot 3 = $ 12, KPK $= 2^2 3^2 \cdot 5 = $ 180. Cek: $12 \cdot 180 = 2160 = 36 \cdot 60$.

Euclid: FPB tanpa faktorisasi

Algoritma Euclid menghitung FPB hanya dengan pembagian berulang: $\text{FPB}(a,b) = \text{FPB}(b,\ r)$ dengan $r$ = sisa $a \div b$; berhenti saat sisa 0. Asalnya Teorema 2.3: pembagi bersama $a$ dan $b$ pasti juga membagi $a - bq = r$.

Mesin 10 · Laboratorium FPB & KPK
Faktorisasi
Stepper · Algoritma Euclid
FPB & KPK Lembar 11/14
Bagian 6 · Uji Keprimaan

Tidak perlu uji semua — cukup sampai √n

Teorema 2.8: jika $n$ komposit, $n$ pasti punya faktor prima $p \le \sqrt{n\,}$. Uji sedikit, simpulkan banyak.

Teorema 2.8
$n \text{ komposit} \;\Rightarrow\; \exists\, p \le \sqrt{n\,},\; p \mid n$

Asal-usul (kontradiksi): tulis $n = p \cdot q$. Andai $p > \sqrt{n}$ dan $q > \sqrt{n}$, maka $pq > n$ — mustahil, sebab $pq$ memang $n$. Jadi salah satunya $\le \sqrt{n}$; faktor kecil itu (atau pembagi primanya) pasti $\le \sqrt{n}$.

Masukann = 97
Hitung√97 ≈ 9,85
Uji2, 3, 5, 7
PutusanPRIMA
Contoh 2.24 · Mengapa 97 prima?

√97 ≈ 9,85 → cukup uji 2, 3, 5, 7. Ganjil (tolak 2); jumlah digit 16 (tolak 3); akhiran bukan 0/5 (tolak 5); $97 = 7 \cdot 13 + 6$ (tolak 7). Semanya gugur → 97 prima.

Mesin 11 · Penguji √n
Uji Keprimaan Lembar 12/14
Seksi Hafalan · Rumus Inti

Delapan kartu di atas meja

Lembar gelap untuk yang wajib melekat: delapan rumus inti Bab 2. Baca ulang sebelum kuis — semua sudah kamu pahami asal-usulnya.

Definisi
$a \mid b \iff b = a k,\; k \in \mathbb{Z}$

Tugasnya temukan k — bukan membagi.

Algoritma
$a = bq + r,\; 0 \le r < b$

Pasangan (q, r) selalu ada dan tunggal.

Kriteria
2·5·10 → digit akhir
3·9 → jumlah digit

Sumbernya 10 ≡ 1 (mod 9).

Kongruensi
$a \equiv b \ (\mathrm{mod}\ m) \iff m \mid (a{-}b)$

Sisa sama ↔ selisih kelipatan m.

Transitif & Linear
$a \mid b,\ b \mid c \Rightarrow a \mid c$
$a \mid b,\ a \mid c \Rightarrow a \mid mb{+}nc$

Substitusi & faktorisasi.

TDA & τ(n)
$n = \prod p_i^{a_i}$ unik · $\tau(n) = \prod (a_i{+}1)$

360 → 2³·3²·5 → 24 pembagi.

FPB & KPK
FPB = pangkat min · KPK = pangkat max
FPB · KPK = a · b

36 & 60 → 12 dan 180.

Uji Prima
cukup uji prima $p \le \sqrt{n\,}$

97 prima; 91 = 7 × 13 komposit.

Rumus Inti Lembar 13/14
Penguatan · Latihan 2.1 – 2.3

Kuis interaktif: 12 soal berpoin

Jawab langsung — penjelasan muncul seketika untuk setiap jawaban, benar ataupun salah. Tidak ada penalti untuk mencoba.

Mesin 12 · Kuis Bab 2
Strategi Mengerjakan

1. Baca soalnya pelan — hampir semua memakai contoh pegangan.
2. Ingat: mencari $k$ = membuktikan; sisa negatif = salah.
3. FPB min, KPK max; uji prima cukup $\sqrt{n\,}$.

"Jangan lihat skor sebagai nilai — lihat sebagai peta: bagian mana yang perlu kamu kunjungi ulang."

— Catatan penulis

Kuis Penguatan Lembar 14/14