FPB, KPK & Persamaan Diophantine

FPB, KPK & Persamaan Diophantine — Materi Interaktif | Rohmad Wahid Rhomdani
MATERI INTERAKTIF · TEORI BILANGAN BAB 3 · SLIDE 01/24

DARI NOL SAMPAI BISA — DIJELASKAN DARI ASALNYA

FPB, KPK & Persamaan Diophantine

Mengapa FPB bisa dicari tanpa mendaftar semua faktor? Bagaimana KPK lahir dari FPB? Dan bagaimana semua itu menjawab pertanyaan kuno: “apakah $15x+21y=6$ punya jawaban bilangan bulat?” — Semua dibongkar langkah demi langkah, lengkap dengan mesin interaktif yang bisa kamu jalankan sendiri.

Mesin Euclid

Algoritma berusia ±2.300 tahun yang masih dipakai komputer modern untuk mencari FPB.

Identitas Bézout

Kunci ajaib: FPB selalu bisa ditulis sebagai kombinasi linear $ax+by$.

Diophantine

Persamaan yang menuntut solusinya berupa bilangan bulat — bulat, tidak boleh pecahan.

Contoh pegangan sepanjang materi

Kita memegang satu pasangan yang sama dari awal sampai akhir: $252$ & $105$ — FPB-nya $21$, Bézout-nya $21=-2(252)+5(105)$, KPK-nya $1260$. Satu contoh, semua konsep.

OLEH Rohmad Wahid Rhomdani
252 = 105×2 + 42 105 = 42×2 + 21 42 = 21×2 + 0 21 = −2·252 + 5·105 FPB(252,105) = 21 KPK(252,105) = 1260 15x + 21y = 6
GULIR UNTUK MULAI BELAJAR
PENDAHULUAN SLIDE 02/24

Peta Perjalanan: semua saling terhubung

FPB dipakai untuk mencari faktor terbesar yang dimiliki bersama dua bilangan bulat; KPK untuk kelipatan positif terkecil yang sama. Keduanya bertemu di satu titik: Algoritma Euclid — mesin yang tidak hanya menghitung FPB, tetapi juga melahirkan Identitas Bézout, dan Identitas Bézout-lah yang membuka pintu persamaan Diophantine.

ALUR BESAR BAB INI
Langkah 1Algoritma Euclidbagi & ganti sisa
Langkah 2FPB = dsisa tak-nol terakhir
Langkah 3Bézoutd = ax + by
Langkah 4Diophantineax + by = c
Jalan sampingFPB × KPK = a·bsatu rumus menghubungkan keduanya
Faktaorisasi primamin & max pangkatFPB = pangkat kecil · KPK = pangkat besar
FPB — untuk apa?

Menyederhanakan pecahan sampai paling sederhana, membagi benda menjadi kelompok terbesar yang sama, dan menjadi “alat ukur” pembagi bersama dua bilangan.

KPK — untuk apa?

Menyamakan penyebut pecahan, mempertemukan jadwal berulang (lampu, bus, sirene), dan semua masalah siklus yang berulang dengan periode berbeda.

Kenapa harus bulat?

Persamaan Diophantine menuntut solusi bilangan bulat. Tidak semua persamaan sanggup — dan FPB-lah hakim yang memutuskan boleh atau tidak.

Algoritma Euclid bukan sekadar cara cepat mencari FPB — ia adalah mesin yang menghasilkan Identitas Bézout, dan Identitas Bézoutlah yang membuat persamaan Diophantine bisa diselesaikan.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINEOLEH ROHMAD WAHID RHOMDANI
FPB & ALGORITMA EUCLID SLIDE 03/24

Apa itu FPB? Mulai dari nol

Sebelum berlari dengan algoritma, pahami dulu artinya: FPB adalah faktor terbesar yang dimiliki bersama oleh dua bilangan.

DEFINISI 3.1

Faktor Persekutuan Terbesar

Misalkan $a$ dan $b$ bilangan bulat, paling sedikit satu tidak nol. FPB dari $a$ dan $b$ adalah bilangan bulat positif terbesar $d$ yang memenuhi

d membagi habis keduanya$d\mid a \quad\text{dan}\quad d\mid b$

Notasinya $\operatorname{FPB}(a,b)$ atau $\gcd(a,b)$. FPB selalu dinyatakan positif, walaupun bilangannya negatif atau nol.

Hati-hati

“$d \mid a$” dibaca d membagi a, artinya $a/d$ bersisa nol. Syarat “paling sedikit satu tidak nol” penting — FPB$(0,0)$ tidak terdefinisi karena semua bilangan membagi $0$.

CONTOH 3.1 — DAFTAR FAKTOR

Tentukan FPB dari $24$ dan $36$

Klik tombol untuk menyorot faktor yang sama:

1234681224

Faktor positif dari $36$:

123469121836
Jawaban FPB(24,36) = 12

Faktor persekutuannya: $1,2,3,4,6,12$ → yang terbesar $12$. Cara daftar faktor cocok untuk bilangan kecil; untuk bilangan besar seperti $1.071$ kita butuh mesin: Algoritma Euclid (slide 05).

Intuisi sehari-hari

Kamu punya 24 permen karet dan 36 permen jelly. FPB = 12 = banyak kantong terbanyak yang bisa dibuat supaya tiap kantong isinya sama rata dan tidak ada permen yang tersisa.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE03 — DEFINISI FPB
FPB & ALGORITMA EUCLID SLIDE 04/24

Lima Sifat FPB — amunisi untuk Euclid

Sifat-sifat ini kelak menjadi “bahan bakar” Algoritma Euclid. Hafalkan polanya, bukan hanya rumusnya — setiap sifat diberi contoh kilat.

SIFAT 1
$FPB(a,b)=FPB(b,a)$

Urutan tidak penting. Contoh: $FPB(105,252)=FPB(252,105)=21$.

SIFAT 2
$FPB(a,0)=|a|$

Semua bilangan membagi $0$, jadi pembagi bersama terbesarnya $|a|$ sendiri. Inilah titik berhenti Euclid nanti.

SIFAT 3
$FPB(a,a)=|a|$

Pembagi terbesar sebuah bilangan adalah dirinya: $FPB(6,6)=6$.

SIFAT 4
$FPB\!\left(\tfrac{a}{d},\tfrac{b}{d}\right)=1$

Setelah dibagi FPB-nya ($d=FPB(a,b)$), sisanya relatif prima. Contoh: $252/21=12$, $105/21=5$, dan $FPB(12,5)=1$.

SIFAT 5
$FPB(ka,kb)=|k|\,FPB(a,b)$

Contoh: $FPB(30,45)=15\cdot FPB(2,3)=15\cdot 1=15$. Skala keluar dari FPB seperti faktor.

Dari mana asalnya?

Sifat 2 & 3 langsung dari definisi. Sifat 5 dari faktorisasi prima: mengalikan dengan $k$ menaikkan pangkat faktor yang sama, dan min$(\alpha,\beta)$ ikut terkalikan $k$. Sifat 1–3 inilah yang dipakai Euclid untuk “mengecilkan” pasangan bilangan.

Ide besar menuju Euclid: jika kita bisa mengganti pasangan $(a,b)$ dengan pasangan lain yang FPB-nya sama tetapi angkanya lebih kecil — ulangi terus sampai ketemu. Itulah seluruh isi Algoritma Euclid.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE04 — SIFAT FPB
ALGORITMA EUCLID SLIDE 05/24

Teorema Kunci: ganti yang besar dengan sisanya

Satu teorema kecil ini adalah jantung Algoritma Euclid — dan buktinya hanya butuh algoritma pembagian. Jalankan stepper buktinya langkah demi langkah.

TEOREMA 3.1

Sifat Dasar Algoritma Euclid

Jika $a,b\in\mathbb{Z}$ dengan $a>b>0$, maka

fpb tidak berubah oleh sisa pembagian$FPB(a,b)=FPB(b,\;a\bmod b)$

Artinya: FPB pasangan $(a,b)$ sama persis dengan FPB pasangan $(b,r)$ dengan $r$ = sisa $a$ dibagi $b$. Angkanya mengecil, FPB-nya tidak berubah.

Titik awal bukti: algoritma pembagian

Setiap pasangan bilangan bulat bisa ditulis $a=bq+r$ dengan $0\le r<b$ (bagi $a$ dengan $b$, dapat hasil $q$ dan sisa $r$). Contoh: $252=105\cdot 2+42$.

Stepper Bukti — 4 Langkah BUKTI
1 · Tulis a = bq + r 2 · Pembagi (a,b) ⇒ bagi r 3 · Pembagi (b,r) ⇒ bagi a 4 · Kesimpulan
a = b·q + r
Menurut algoritma pembagian, ada $q,r$ bulat dengan $a=bq+r$ dan $0\le r<b$.
Mulai(252, 105)
Sisa 42(105, 42)
Sisa 21(42, 21)
Sisa 0 — berhenti(21, 0)
Sifat 2FPB = 21
FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE05 — TEOREMA EUCLID
ALGORITMA EUCLID SLIDE 06/24

Prosedur & contoh pegangan 252 dan 105

Perhatikan: tidak ada satu pun daftar faktor. Euclid hanya membagi, ambil sisa, ulangi — sampai sisa nol.

PROSEDUR ALGORITMA EUCLID
  1. Bagi $a$ dengan $b$, tentukan sisanya $r$.
  2. Ganti pasangan: bilangan baru = $(b,\;r)$ — yang besar diganti sisanya.
  3. Ulangi sampai sisa $r=0$.
  4. Sisa tak-nol terakhir (pembagi pada langkah akhir) itulah FPB.
Mengapa pasti berhenti?

Sisa selalu mengecil ketat: $b>r_1>r_2>\cdots\ge 0$. Barisan bilangan bulat positif yang terus mengecil tidak mungkin berjalan selamanya — pasti sampai nol.

CONTOH 3.2 — CONTOH PEGANGAN
252 = 105·2 + 42
105 = 42·2 + 21
42 = 21·2 + 0 ← berhenti
JawabanFPB(252,105) = 21
CONTOH 3.3 — BILANGAN BESAR

1071 = 462·2 + 147
462 = 147·3 + 21
147 = 21·7 + 0

JawabanFPB(1071,462) = 21

Coba daftar faktornya? 1071 punya 8 faktor, 462 punya 12 — Euclid menyelesaikannya hanya dengan 3 pembagian.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE06 — PROSEDUR & CONTOH
WIDGET INTERAKTIF 1 SLIDE 07/24

Mesin Euclid — jalankan sendiri!

Masukkan dua bilangan bulat positif, tekan Jalankan, dan saksikan mesin membagi langkah demi langkah. Warna: dividen · pembagi · hasil bagi · sisa.

Mesin Euclid — FPB Stepper STATUS: SIAP
a = b = Kecepatan
252 = 105 × 2 + 42
Tekan JALANKAN untuk memulai proses pembagian berulang.
JawabanFPB(252, 105) = 21
Menunggu input…

Coba juga

391 & 299 (latihan 3.1), 1248 & 936, atau pasangan besar seperti 99999 & 12345 — mesin tetap singkat karena jumlah langkah Euclid hanya tumbuh seperti jumlah digit (teorema Lamé).

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE07 — MESIN EUCLID
FPB & ALGORITMA EUCLID SLIDE 08/24

versi Pengurangan & FPB banyak bilangan

Sebelum pembagian ditemukan sebagai senjata utama, ada versi yang lebih sederhana: kurangi terus. Plus: bagaimana jika bilangannya tiga?

SIFAT 3.2 — ALGORITMA PENGURANGAN
$FPB(a,b)=FPB(a-b,\;b)$ untuk $a>b>0$

Dari mana asalnya? Kasus khusus Teorema 3.1 dengan $q=1$: karena $a = b\cdot 1 + (a-b)$, maka pembagi bersama $(a,b)$ = pembagi bersama $(a-b,b)$.

CONTOH 3.4 — PENGURANGAN BERULANG
mulaiFPB(18,12)
18−12FPB(6,12)
12−6FPB(6,6)
sifat 3= 6
Kapan jadi lambat?

Untuk pasangan $(252,105)$ versi pengurangan butuh belasan langkah; pembagian cukup 3. Semakin besar selisihnya, semakin jelas pembagian menang.

FPB BANYAK BILANGAN

Proses bertahap (asosiatif)

$FPB(a,b,c)=FPB\bigl(FPB(a,b),\,c\bigr)$

Ambil FPB dua bilangan dulu, hasilnya diajak FPB dengan bilangan ketiga — lanjut terus untuk lebih banyak bilangan.

CONTOH 3.5 — TIGA BILANGAN

FPB(48,72) = 24 → 48=24·2, 72=24·3
FPB(24,120) = 24 → 120=24·5

JawabanFPB(48,72,120) = 24
Cek cepat faktorisasi

$48=2^4{\cdot}3$, $72=2^3{\cdot}3^2$, $120=2^3{\cdot}3{\cdot}5$ → ambil pangkat terkecil tiap prima: $2^3\cdot 3 = 24$. Cocok dengan hasil bertahap!

FPB banyak bilangan = ambil pangkat terkecil setiap faktor prima; KPK banyak bilangan = ambil pangkat terbesar. Min dan max — ingat pasangan ini.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE08 — PENGURANGAN & ≥3 BILANGAN
IDENTITAS BÉZOUT SLIDE 09/24

FPB bisa dijumlahkan: Identitas Bézout

Ini konsep paling penting di bab ini. FPB bukan hanya pembagi terbesar — ia selalu bisa dibangun dari kedua bilangannya lewat kombinasi linear.

TEOREMA 3.2 — IDENTITAS BÉZOUT

FPB = kombinasi linear

Untuk $a,b$ bulat yang tidak keduanya nol, selalu ada $x,y\in\mathbb{Z}$ sehingga

kombinasi linear = fpb$ax+by=FPB(a,b)$

Bilangan $x$ dan $y$ disebut koefisien Bézout. Boleh negatif — tidak masalah, kita di dunia bilangan bulat.

DEFINISI 3.2 — KOMBINASI LINEAR

Bentuk $ax+by$ dengan $x,y\in\mathbb{Z}$: jumlahan kelipatan $a$ dan kelipatan $b$. Contoh dari $252$ & $105$:

252 + 105 = 357252 − 105 = 1472·252 − 105 = 399252 + 2·105 = 462−2·252 + 5·105 = 21

Perhatikan: semua hasil di atas habis dibagi $21$ — karena $21$ membagi $252$ dan $105$, ia membagi kombinasi linearnya (Teorema 3.4). Bézout menjamin $21$ sendiri ikut hadir di daftar itu.

IDE PEMBUKTIAN (PRINSIP KETERURUTAN BAIK)

    Bentuk $ax+by$ dengan $x,y\in\mathbb{Z}$: jumlahan kelipatan $a$ dan kelipatan $b$. Contoh dari $252$ & $105$:

    252 + 105 = 357252 − 105 = 1472·252 − 105 = 399252 + 2·105 = 462−2·252 + 5·105 = 21

    Perhatikan: semua hasil di atas habis dibagi $21$ — karena $21$ membagi $252$ dan $105$, ia membagi kombinasi linearnya (Teorema 3.4). Bézout menjamin $21$ sendiri ikut hadir di daftar itu.

Pembuktian ini bukan hanya membuktikan — ia menunjukkan di mana koefisien Bézout tinggal: tersembunyi di dalam langkah-langkah Algoritma Euclid, tinggal kita gali dengan substitusi mundur (slide berikutnya).

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE09 — IDENTITAS BÉZOUT
IDENTITAS BÉZOUT SLIDE 10/24

Menggali koefisien: substitusi mundur

Mulai dari sisa tak-nol terakhir Euclid, uraikan mundur sampai ketemu $252$ dan $105$. Perhatikan bagaimana angka 42 dan 21 “ditimbun” menjadi kombinasi.

CONTOH 3.6 — PEGANGAN 252 & 105

Langkah Euclid:

252 = 105·2 + 42
105 = 42·2 + 21
42 = 21·2 + 0

Substitusi mundur dari sisa 21:

21 = 105 − 42·2
42 = 252 − 105·2
21 = 105 − 2(252 − 105·2)
21 = −2·252 + 5·105 ✓

Koefisienx = −2 , y = 5
CONTOH 3.7 — 99 & 78 (LEBIH PANJANG)

99=78·1+21 → 78=21·3+15 → 21=15·1+6 → 15=6·2+3 → 6=3·2+0

Mundur: $3=15-2\cdot6$ → $3=3(15)-2(21)$ → $3=3(78)-11(21)$ →

Hasil3 = −11·99 + 14·78

Jangan hafal — pahami polanya

Setiap baris Euclid menulis sisa $r$ dari dua bilangan sebelumnya. Mundur = ganti setiap sisa dengan bentuknya, lalu rapikan. Koefisien hasil tidak tunggal (slide 12), tapi selalu ada.

Verifikasi itu murah

Salah koefisien? Cukup cek: $-2(252)+5(105) = -504+525 = 21$ ✓. Selalu uji jawabanmu dengan substitusi balik.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE10 — SUBSTITUSI MUNDUR
WIDGET INTERAKTIF 2 SLIDE 11/24

Mesin Bézout — tabel Euclid diperluas

Mesin ini menambahkan dua kolom pada tabel Euclid: $s$ dan $t$, yaitu koefisien terhadap $a$ dan $b$. Setiap baris selalu memenuhi $r = s\cdot a + t\cdot b$ — baris terakhir tak-nol adalah koefisien Bézout!

Mesin Bézout — Extended Euclid STATUS: SIAP
a = b = r = s·a + t·b
iqrst
—————
Tekan JALANKAN — baris akan muncul satu per satu.
Identitas Bézout
21 = (−2)·252 + 5·105
Koefisien x = −2 , y = 5
Verifikasi langsung

−2·252 + 5·105 = −504 + 525 = 21 ✓

Dari mana kolom s & t berasal?

Baris pertama: $a = 1{\cdot}a + 0{\cdot}b$ → $(s,t)=(1,0)$. Baris kedua: $b = 0{\cdot}a+1{\cdot}b$ → $(0,1)$. Baris baru $r=r_{\text{ Lama}}-q\,r_{\text{lama}}$ ikut aturan yang sama pada koefisien: $s=s_1-q\,s_2$, $t=t_1-q\,t_2$.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE11 — MESIN BÉZOUT
IDENTITAS BÉZOUT SLIDE 12/24

Koefisien tidak tunggal & dua konsekuensi penting

Kalau $(x_0,y_0)$ kunci Bézout, ada tak hingga pasangan kunci lain. Dan dari sini lahir “hakim” untuk persamaan Diophantine.

SIFAT 3.3 — SEMUA KOEFISIEN BÉZOUT

Jika $ax_0+by_0=d$ dengan $d=FPB(a,b)$, seluruh pasangan solusinya:

$x=x_0+\tfrac{b}{d}\,t \qquad y=y_0-\tfrac{a}{d}\,t, \quad t\in\mathbb{Z}$

Kenapa? Menambah $\tfrac{b}{d}t$ ke $x$ menambah $a\cdot\tfrac{b}{d}t$; mengurangi $\tfrac{a}{d}t$ dari $y$ mengurangi tepat sebesar itu juga, karena $a\cdot\tfrac{b}{d} = b\cdot\tfrac{a}{d}$. Nilai totalnya tidak berubah.

CONTOH 3.8 — PASANGAN LAIN DARI (−2, 5)

x = −2 + 5t , y = 5 − 12t

Untuk $t=1$: dapat $(x,y)=(3,-7)$. Cek: $252(3)+105(-7)=756-735=21$ ✓ — pasangan berbeda, hasil sama.

TEOREMA 3.3 — KARAKTERISASI FPB

$d>0$ adalah FPB$(a,b)$ jika dan hanya jika: (1) $d\mid a$ dan $d\mid b$; (2) ada $x,y$ bulat dengan $ax+by=d$. FPB = pembagi bersama sekaligus kombinasi linear terkecil positif.

teorema 3.4 — konsekuensiSetiap $ax+by$ adalah kelipatan $d=FPB(a,b)$
CONTOH 3.9 — PERSAMAAN YANG MUSTAHIL

Apakah $18x+30y=7$ punya solusi bulat? Karena $FPB(18,30)=6$, setiap kombinasi $18x+30y$ pasti kelipatan 6. Tetapi $7$ tidak habis dibagi 6 → tidak ada solusi. Inilah embrio Teorema 3.6 (slide 17).

Intuisi Teorema 3.4

$d$ membagi $a$ dan $b$ → $d$ membagi $ax$ dan $by$ → $d$ membagi jumlahnya $ax+by$. Serupa koin Rp100 dan Rp500: berapapun kombinasi jumlahnya, nilainya selalu kelipatan Rp100.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE12 — BENTUK UMUM & KONSEKUENSI
KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL SLIDE 13/24

KPK — bertemu di kelipatan terkecil

Jika FPB mencari pembagi bersama terbesar, KPK mencari kebalikannya: kelipatan bersama yang terkecil.

DEFINISI 3.3

Kelipatan Persekutuan Terkecil

Untuk $a,b$ bulat positif, KPK adalah bilangan positif terkecil $m$ yang memenuhi

habis dibagi keduanya$a\mid m \quad\text{dan}\quad b\mid m$

Notasi: $KPK(a,b)$ atau $\mathrm{lcm}(a,b)$. Contoh 3.10: kelipatan $8$: $8,16,\mathbf{24},32,40,48\dots$; kelipatan $12$: $12,\mathbf{24},36,48\dots$ → bertemu pertama kali di $24$.

Untuk apa KPK?

Menyamakan penyebut pecahan, mempertemukan jadwal berulang (lampu, bus), menghitung siklus yang berulang dengan periode berbeda.

Tabel Kelipatan InteraktifHIJAU = SAMA · OKER = KPK
a = b =
KPKKPK(8, 12) = 24
FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE13 — DEFINISI KPK
KPK SLIDE 14/24

Dua jalan cepat: faktorisasi prima & rumus FPB×KPK

Mendaftar kelipatan berhenti di sini — untuk bilangan besar, pakai pangkat prima atau cukup FPB yang sudah bisa dihitung Euclid.

RUMUS PANGKAT PRIMA

Jika $a=\prod p_i^{\alpha_i}$ dan $b=\prod p_i^{\beta_i}$ maka

$KPK(a,b)=\prod p_i^{\max(\alpha_i,\beta_i)}$

Contoh 3.11: $72=2^3 3^2$, $120=2^3\cdot3\cdot5$ → $KPK=2^{\mathbf{3}}3^{\mathbf{2}}5^{\mathbf{1}}=360$.

2222← 72: 2³
2222← 120: 2³ ( seri )

KPK ambil max, FPB ambil min — karena $\min+\max=\alpha+\beta$ itulah asal $FPB\cdot KPK=ab$!

TEOREMA 3.5 — HUBUNGAN EMAS
$FPB(a,b)\cdot KPK(a,b)=a\,b$
$KPK(a,b)=\dfrac{a\,b}{FPB(a,b)}$

Asalnya: pangkat tiap prima di $ab$ adalah $\alpha_i+\beta_i$, dan $\min+\max = \alpha+\beta$. Satu kesamaan kecil yang menghasilkan rumus besar.

CONTOH 3.12 — PEGANGAN 252 & 105

KPK = 252·105 / 21 = 12·105

JawabanKPK(252,105) = 1260
SIFAT 3.4 — KPK ≥ 3 BILANGAN
$KPK(a,b,c)=KPK\bigl(KPK(a,b),\,c\bigr)$

Contoh 3.13: $KPK(6,8)=24$, lalu $KPK(24,15)=120$ → $KPK(6,8,15)=\mathbf{120}$.

Cek silang selalu murah

$8\cdot12=96$ dan $FPB(8,12)=4$, $KPK=24$: benar $4\cdot24=96$. Uji di kepala: hasil kali FPB×KPK harus tepat sama dengan $a\cdot b$.

Jangan bagi dulu!

$KPK(a,b)=\frac{ab}{FPB(a,b)}$ — bukan $\frac{a}{d}\cdot\frac{b}{d}$. Bagi hanya sekali, oleh FPB.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE14 — KPK CEPAT
WIDGET INTERAKTIF 3 SLIDE 15/24

Mesin KPK — Euclid + diagram prima

Tiga panggung: (1) FPB lewat Euclid, (2) diagram batang pangkat prima — pemenang tiap prima berbingkai oker, (3) hasil akhir dicek silang dua rumus.

Mesin KPK — FPB × Prima × Hasil STATUS: SIAP
a = b =
Panggung 2 · Diagram pangkat prima
Panggung 1 · Euclid
72 = 120·0 + 72
120 = 72·1 + 48
72 = 48·1 + 24
48 = 24·2 + 0
FPB24
KPK 72·120 / 24 = 360
Tekan JALANKAN untuk memproses.

Tebak dulu, baru jalankan

Sebelum menekan tombol, coba hitung sendiri dengan pangkat prima. Lalu cocokkan: KPK lewat $\frac{ab}{d}$ harus sama dengan hasil kali pangkat max. Dua jalan, satu tujuan.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE15 — MESIN KPK
KPK KONTEKSTUAL SLIDE 16/24

Dua lampu, dua irama — KPK yang hidup

Contoh 3.14: Lampu A berkedip tiap 12 detik, lampu B tiap 18 detik. Keduanya menyala bersama di detik ke-0. Kapan mereka menyala bersama lagi? Tonton simulasinya.

Simulator Lampu — Waktu Nyata DETIK 0
Lampu A · tiap 12 dtk
BERSAMA!
Lampu B · tiap 18 dtk
Kecepatan
PENYELESAIAN

Kedua lampu bersama lagi pada waktu $KPK(12,18)$:

12 = 2²·3  ·  18 = 2·3²
KPK = 2²·3² = 36

Jawaban36 detik

Bertemu di kelipatan 12 dan kelipatan 18: 36, 72, 108… yang pertama = 36. Perhatikan di garis waktu: titik A (teal) dan titik B (violet) baru sejajar sempurna di 36.

Latihan 3.3 — Dua bus

Bus P berangkat tiap 20 menit, bus Q tiap 30 menit, bersama pukul 07.00. $KPK(20,30)=60$ menit → berangkat bersama lagi pukul 08.00.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE16 — SIMULASI LAMPU
PERSAMAAN DIOPHANTINE SLIDE 17/24

Sekarang pertanyaan besarnya: bolehkah solusinya pecahan?

Persamaan Diophantine menuntut solusi bilangan bulat. Tidak semua persamaan sanggup — dan hakim yang memutuskan adalah FPB.

DEFINISI 3.4

Persamaan Diophantine Linear

Bentuk umumnya:

$ax+by=c, \qquad a,b,c\in\mathbb{Z}$

dengan $x,y$ wajib bilangan bulat. Contoh 3.15: $2x+3y=7$ punya solusi bulat $(x,y)=(2,1)$ sebab $2(2)+3(1)=7$.

TEOREMA 3.6 — SYARAT KEBERADAAN SOLUSI
$ax+by=c$ punya solusi bulat $\iff FPB(a,b)\mid c$

Bukti “$\Rightarrow$”: jika $ax+by=c$, maka $d\mid ax$, $d\mid by$ → $d\mid c$ (Teorema 3.4). Bukti “$\Leftarrow$”: Bézout memberi $au+bv=d$; kalikan $\tfrac{c}{d}$: $a\,u\tfrac{c}{d}+b\,v\tfrac{c}{d}=c$ — jadilah solusi! ∎

CONTOH 3.16 — BOLEH

$15x+21y=6$: karena $FPB(15,21)=3$ dan $3\mid 6$ → ada solusi bulat. (Contoh pegangan kita di tiga slide ke depan!)

CONTOH 3.17 — JANGAN

$15x+21y=5$: FPB-nya tetap $3$, tetapi $3\nmid 5$ → tidak ada solusi bulat. Percuma mencari — hakim sudah bicara.

Langkah 0 — selaluhitung d = FPB(a,b)
Putusand | c ?
Ya → cari solusislide 18–19

Kenapa nama Diophantine?

Dari Diophantus dari Alexandria (± 250 M), matematikawan Yunani yang bukunya Arithmetica penuh persamaan yang solusinya harus rasional/bulat. Fermot membaca buku ini lalu menulis teorema terkenalnya di margin.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE17 — SYARAT SOLUSI
PERSAMAAN DIOPHANTINE SLIDE 18/24

Menemukan satu solusi (solusi khusus)

Resepnya: Bézout untuk FPB, lalu kalikan skala $\tfrac{c}{d}$. Kita bedah contoh pegangan $15x+21y=6$ sampai tuntas.

PROSEDUR SOLUSI KHUSUS
  1. Hitung $d=FPB(a,b)$ dengan Euclid.
  2. Cek syarat: apakah $d\mid c$? (kalau tidak — stop, tak ada solusi)
  3. Temukan Bézout: $au+bv=d$ (substitusi mundur).
  4. Kalikan seluruh persamaan dengan $\tfrac{c}{d}$.
  5. Peroleh solusi khusus $x_0=u\tfrac{c}{d}$, $y_0=v\tfrac{c}{d}$.
Selalu substitusi balik!

Solusi khusus wajib dicek: hitung $ax_0+by_0$, harus tepat $c$. Lima detik untuk menghindari salah tanda.

CONTOH 3.18 — 15x + 21y = 6

① d = FPB(15,21) = 3 , dan 3 | 6 ✓
② Euclid: 21 = 15·1 + 6 ; 15 = 6·2 + 3
③ Mundur: 3 = 15 − 2(21 − 15)
   = 3·15 − 2·21 → u = 3, v = −2
④ Skala c/d = 6/3 = 2 : kalikan dua

Solusi khususx₀ = 6 , y₀ = −4

Cek: $15(6)+21(-4)=90-84=\mathbf{6}$ ✓

Aneh tapi benar

Solusi khusus boleh negatif ($y_0=-4$). Itu bukan masalah — ia hanya “titik pijakan”. Dari pijakan ini kita membangkitkan semua solusi lain (slide berikut).

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE18 — SOLUSI KHUSUS
PERSAMAAN DIOPHANTINE SLIDE 19/24

Solusi umum — tak hingga tapi tertata

Semua solusi bulat $15x+21y=6$ duduk rapi pada satu garis, berjarak tetap. Geser slider $t$ dan lihat titik melompat dari solusi ke solusi.

TEOREMA 3.7 — SOLUSI UMUM

Jika $(x_0,y_0)$ solusi khusus dan $d=FPB(a,b)$, seluruh solusi bulatnya:

$x=x_0+\tfrac{b}{d}\,t \qquad y=y_0-\tfrac{a}{d}\,t$

dengan $t\in\mathbb{Z}$. Asalnya: kurangkan dua solusi → $a(x-x_0)+b(y-y_0)=0$; bagi $d$ → $a_1(x-x_0)=-b_1(y-y_0)$ dengan $FPB(a_1,b_1)=1$, maka $b_1$ harus membagi $(x-x_0)$ — itulah $t$.

CONTOH 3.19 & 3.21 — PEGANGAN

x = 6 + 7t , y = −4 − 5t

t = 0 → (6, −4) · t = 1 → (13, −9) · t = −1 → (−1, 1) — semuanya memenuhi $15x+21y=6$.

Kenapa selangnya 7 dan 5?

Langkah $x$ sebesar $\tfrac{b}{d}=\tfrac{21}{3}=7$ harus diimbangi langkah $y$ sebesar $-\tfrac{a}{d}=-\tfrac{15}{3}=-5$: tepat $15\cdot7 - 21\cdot5 = 105-105 = 0$.

Garis Solusi — Slider t15x + 21y = 6
t = 0
x = 6 + 7t = 6  ·  y = −4 − 5t = −4
15·6 + 21·(−4) = 90 − 84 = 6 ✓
FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE19 — SOLUSI UMUM
WIDGET INTERAKTIF 4 SLIDE 20/24

Mesin Diophantine — dari FPB sampai solusi umum

Mesin pamungkas: empat panggung otomatis. Coba juga kombinasi mustahil seperti $a=15, b=21, c=5$ dan lihat mesin menolak dengan sopan.

Mesin Diophantine — ax + by = c STATUS: SIAP
a = b = c =
1 · FPB2 · Bézout3 · Khusus4 · Umum
Panggung 1 · Uji syarat
d = FPB(15, 21) = 3 → 3 | 6 ?
  SYARAT TERPENUHI — LANJUT.
Panggung 2 · Bézout
3 = 3·15 + (−2)·21
Panggung 3 · Skala ×c/d
6 = 6·15 + (−4)·21
cek: 15·6 + 21·(−4) = 6 ✓
Panggung 4 · Solusi umum
x = 6 + 7t , y = −4 − 5t
t=0: (6,−4) · t=1: (13,−9) · t=−1: (−1,1)

Eksperimen seru

(14, 21, 35) solusi cantik; (8, 12, 20) bisa disederhanakan dulu; (25, 15, 10) koefisien FPB 5; dan (12, 18, 7) akan ditolak mesin — FPB 6 tidak membagi 7.

Ingat domainnya

Mesin menerima $a,b$ positif dan $c$ boleh negatif. Untuk koefisien negatif seperti $18x-30y=12$, lihat pembahasan slide 21: FPB pakai nilai mutlak, solusi umum pakai tanda asli.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE20 — MESIN DIOPHANTINE
PERSAMAAN DIOPHANTINE SLIDE 21/24

Koefisien negatif & solusi yang harus positif

Dua tantangan penutup teori: bagaimana jika ada tanda minus, dan bagaimana jika konteks melarang solusi negatif?

CONTOH 3.20 — KOEFISIEN NEGATIF: 18x − 30y = 12

d = FPB(18, 30) = 6 , 6 | 12 ✓ (pakai nilai mutlak)
Bézout: 6 = 2·18 − 1·30  (b = −30!)
Skala ×2: 12 = 4·18 − 2·30 → x₀ = 4, y₀ = 2

Umumx = 4 − 5t , y = 2 − 3t

Cek t=0: $18(4)-30(2)=72-60=12$ ✓. Rumus umum tetap $x=x_0+\tfrac{b}{d}t$ — dengan $b=-30$, makanya tanda $t$ ikut terbalik.

Aturan dua tangan

Saat menghitung $d$: gunakan nilai mutlak koefisien. Saat menulis solusi umum: gunakan koefisien sesuai tanda aslinya di persamaan.

CONTOH 3.22 — POSITIF SAJA: 3x + 5y = 19

Solusi khusus $(3,2)$ karena $3(3)+5(2)=19$. Umum: $x=3+5t$, $y=2-3t$. Syarat positif:

$3+5t>0 \Rightarrow t\ge 0 \qquad 2-3t>0 \Rightarrow t\le 0$

Ganjilnya bertemu: satu-satunya nilai $t$ yang memenuhi keduanya adalah $t=0$ → solusi positif tunggal $(x,y)=(3,2)$.

Solusi umumt ∈ ℤ
Konteks membatasix>0, y>0
Pertidaksamaan t0 ≤ t ≤ 0
Hasil akhir(3, 2)

Pola penting

Tak hingga solusi bulat + batasan positif = solusi jadi terbatas (bisa tunggal, bisa beberapa, bisa kosong). Selalu selesaikan pertidaksamaan $t$!

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE21 — NEGATIF & POSITIF
APLIKASI KONTEKSTUAL SLIDE 22/24

Uang pas di kasir — Diophantine di kehidupan nyata

Contoh 3.23: Koperasi menjual buku tulis Rp4.000 dan pulpen Rp6.000. Seseorang ingin membelanjakan tepat Rp30.000. Berapa banyak buku & pulpen yang mungkin?

Misalx buku · y pulpen
Persamaan4000x + 6000y = 30000
Bagi 20002x + 3y = 15
Solusi khusus(3, 3) → umum 3+3t, 3−2t
Syarat x,y ≥ 0t = −1, 0, 1
KEMUNGKINAN A · t = −1
×0   ×5

0·4000 + 5·6000 = 30.000 ✓

(x, y) = (0, 5)

KEMUNGKINAN B · t = 0
×3   ×3

3·4000 + 3·6000 = 30.000 ✓

(x, y) = (3, 3)

KEMUNGKINAN C · t = 1
×6   ×1

6·4000 + 1·6000 = 30.000 ✓

(x, y) = (6, 1)

Jawaban (0,5) · (3,3) · (6,1) — tiga kemungkinan belanja

Langkah emas kontekstual

Sederhanakan dulu: bagi semua suku dengan FPB koefisien (di sini 2000) sebelum mencari solusi. Angka kecil = langkah pendek = salah sedikit.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE22 — MASALAH BELANJA
LATIHAN INTERAKTIF SLIDE 23/24

Uji dirimu — klik untuk membuka pembahasan

Enam soal pilihan dari Latihan 3.1–3.4. Kerjakan di kertas dulu, baru buka pembahasannya. Jujur pada diri sendiri!

SOAL 1 · LATIHAN 3.1

FPB dari $84$ dan $126$ dengan daftar faktor?

84 = 1,2,3,4,6,7,12,14,21,28,42,84
126 = 1,2,3,6,7,9,14,18,21,42,63,126

Persekutuan terbesar: 42.

JawabFPB(84,126) = 42
SOAL 2 · LATIHAN 3.1

FPB dari $391$ dan $299$ dengan Algoritma Euclid?

391 = 299·1 + 92
299 = 92·3 + 23
92 = 23·4 + 0

JawabFPB(391,299) = 23
SOAL 3 · LATIHAN 3.3

KPK dari $18$ dan $30$?

$18=2\cdot3^2$, $30=2\cdot3\cdot5$ → $KPK=2\cdot3^2\cdot5=90$.
Cek silang: $FPB(18,30)=6$, dan $18\cdot30/6=90$ ✓

JawabKPK(18,30) = 90
SOAL 4 · LATIHAN 3.4

Apakah $12x+18y=7$ punya solusi bulat?

$FPB(12,18)=6$ dan $6\nmid 7$ → oleh Teorema 3.6, tidak ada solusi bulat.

PutusanTidak ada solusi
SOAL 5 · LATIHAN 3.4

Satu solusi khusus dari $14x+21y=35$?

d = 7 , 7 | 35 ✓ ; Bézout: 7 = −1·14 + 1·21
Skala ×5: 35 = −5·14 + 5·21

Jawab(x₀, y₀) = (−5, 5)
SOAL 6 · LATIHAN 3.4

Pensil Rp2.000, buku Rp5.000, total pas Rp25.000. Kemungkinannya?

2x + 5y = 25 → x = (25 − 5y)/2 bulat saat y ganjil:
y=1 → x=10 · y=3 → x=5 · y=5 → x=0

Jawab(10,1) · (5,3) · (0,5)

Soal 6 menutup lingkaran: dari Algoritma Euclid sampai daftar belanja. Jika keenam ini terasa mudah — kamu sudah menguasai Bab 3.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE23 — LATIHAN
RUMUS INTI · HALAMAN HAFALAN SLIDE 24/24

Kartu hafalan — delapan rumus, satu halaman

Potret halaman ini di kepala. Setiap kartu mencantumkan asal-usulnya — supaya saat lupa rumus, kamu bisa membangunnya ulang.

EUCLID
FPB(a,b) = FPB(b, a mod b)
asal: a = bq + r, pembagi bersamanya sama
TITIK BERHENTI
FPB(a, 0) = |a|
asal: semua bilangan membagi 0
PENGURANGAN
FPB(a,b) = FPB(a−b, b)
asal: Euclid dengan q = 1
BÉZOUT
ax + by = FPB(a,b)
asal: elemen terkecil S = {ax+by > 0}
HUBUNGAN EMAS
FPB(a,b) · KPK(a,b) = ab
asal: min(α,β) + max(α,β) = α+β
KPK PRIMA
KPK = ∏ p^max(αᵢ, βᵢ)
FPB = ∏ p^min(αᵢ, βᵢ)
SYARAT SOLUSI
ax+by=c solvable ⟺ FPB(a,b) | c
asal: Teorema 3.4 + Bézout dikali c/d
SOLUSI UMUM
x = x₀ + (b/d)t · y = y₀ − (a/d)t
asal: selisih dua solusi = 0 → b₁ | (x−x₀)

Bab 3 dalam satu napas: Euclid memberi FPB, FPB memberi Bézout, Bézout memberi syarat dan solusi Diophantine, dan FPB×KPK = ab merangkai semuanya.

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE24 — HAFALAN
SELESAI — BAB 3 TUNTAS

Terima kasih sudah belajar sampai habis

Dari daftar faktor sederhana sampai solusi umum persamaan Diophantine — semuanya berdiri di atas satu gagasan tua: ganti bilangan besar dengan sisanya, dan FPB tidak akan pernah berubah.

Mesin Euclid Bézout Mesin KPK Simulator Lampu Mesin Diophantine Slider Solusi 6 Kuis
Materi dibuat & disusun oleh Oleh: Rohmad Wahid Rhomdani

FPB · KPK · PERSAMAAN DIOPHANTINE — MATERI PEMBELAJARAN INTERAKTIF · 24 SLIDE A4