Geometri Euclid

GEOMETRI — Modul Interaktif Vintage Paper
MODUL INTERAKTIF  ·  KERTAS & TINTA

GEMETRI.

Dari titik tak terdefinisi, sampai bola bengkok non-Euclid.

SEJAK ± 300 SM
Bapak Geometri

Euclid (± 325 – 265 SM)

Dalam karya agung The Elements, ia merangkai geometri dari sedikit postulat menjadi sistem raksasa — rujukan utama dunia hingga abad ke-20.

Asal Kata

geōmetrein

Bahasa Yunani: mengukur bumi. Geometri lahir dari kebutuhan praktis — menandai lahan, membangun piramida — lalu tumbuh menjadi ilmu yang paling teliti.

Revolusi Abad 19

Geometri Non-Euclid

Sekitar 2000 tahun setelah The Elements, posisi istimewa geometri Euclid runtuh pada dekade 1820–1830: postulat sejajar ternyata bisa diganti, dan geometri lain pun sah.

Titik, garis, bidang, dan ruang tidak didefinisikan. Semua dimulai dari apa yang kita setujui — lalu dibuktikan dengan jujur. Semangat aksiomatik The Elements
DAFTAR ISI
GULIR UNTUK MULAI
01
BAB 01 — FONDASI

Arsitektur kebenaran dalam geometri

Sebelum menghitung apa pun, geometri membangun sebuah gedung logika. Bata pertamanya adalah konsep tak terdefinisi; dari sana dibuat definisi; kebenaran dasar yang disepakati disebut aksioma/postulat; dan segala hal yang harus dibuktikan disebut teorema.

Titik · Garis · Bidang · Ruang DEFINISI POSTULAT / AKSIOMA TEOREMA

Rantai kebenaran: teorema tidak akan lebih kuat daripada postulat yang menopangnya.

AKSIOMA

Pernyataan umum yang diterima sebagai kebenaran — mutlak, tanpa perlu pembuktian. Contoh: "keseluruhan lebih besar daripada bagiannya."

DEFINISI

Pernyataan yang dibuat memakai konsep tak terdefinisi (titik, garis, bidang, ruang) atau konsep yang sudah terdefinisi sebelumnya.

POSTULAT

Pernyataan matematika yang disepakati benar tanpa pembuktian. Banyak orang menganggap Postulat = Aksioma, sehingga keduanya dapat dipertukarkan.

TEOREMA

Pernyataan yang harus dibuktikan menggunakan definisi, postulat, dan teorema sebelumnya. Inilah "hasil produksi" mesin geometri.

MESIN 01 · LATIHAN
MESIN PEMILAH PERNYATAAN

Tentukan jenis pernyataan berikut. Satu kesempatan per soal!

SKOR 0 / 6  ·  SOAL 1 / 6
PERIKSA · BENAR / SALAH

"Postulat dan aksioma sama-sama diterima benar tanpa pembuktian, sehingga sebagian orang memperlakukan keduanya sama."

PERIKSA · BENAR / SALAH

"Titik, garis, bidang, dan ruang adalah konsep yang sudah terdefinisi lengkap dalam geometri."

02
BAB 02 — KOSAKATA

Membangun bahasa: ruas, sinar, sudut

Dari konsep primitif, kita definisikan benda-benda dasar. Perhatikan polanya: setiap definisi selalu "meminjam" kata dari definisi atau konsep sebelumnya.

DEF 1

Ruas garis AB = himpunan titik-titik pada garis yang memuat A dan B, beserta semua titik di antaranya.

DEF 2

Sinar = gabungan titik pangkal dan semua titik pada satu sisi garis dari pangkal itu.

DEF 3

Sinar-sinar berlawanan = dua sinar berlainan pada garis sama dengan titik pangkal yang sama.

DEF 4

Sudut = gabungan dua sinar yang titik pangkalnya berserikat (sama).

DEF 5

Titik tengah ruas garis = titik pada ruas itu yang membaginya menjadi dua ruas sama ukuran.

DEF 6

Garis bagi (bisector) ruas garis = garis yang memotong ruas itu tepat pada titik tengahnya.

DEF 14

Garis bagi sudut = sinar dari titik sudut yang membentuk dua sudut sama besar dengan kaki sudut.

DEF 15–16

Kongruen = mempunyai ukuran sama — baik untuk ruas garis maupun sudut.

MESIN 02 · TITIK TENGAH
MESIN TITIK TENGAH · TEOREMA 4
2
14

Postulat 7 memasangkan setiap titik pada garis dengan bilangan (koordinat). Titik tengah = rata-rata dua koordinat — dan Teorema 4 menjamin ia tunggal.

03
BAB 03 — PONDASI

Enam postulat pondasi titik-garis-bidang

Enam pernyataan sederhana ini yang menopang segala sesuatunya. Tidak ada yang dibuktikan di sini — semuanya disepakati.

KodeIsi Postulat
POSTULAT 1Sebuah garis paling sedikit terdiri atas 2 titik.
POSTULAT 2Sebuah bidang paling sedikit terdiri atas 3 titik nonkolinear (tidak segaris).
POSTULAT 3Melalui 2 titik akan terbentuk tepat satu garis.
POSTULAT 4Melalui 3 titik nonkolinear akan terbentuk tepat satu bidang.
POSTULAT 5Jika dua titik berada pada satu bidang, garis penghubungnya terletak dalam bidang itu.
POSTULAT 6Jika dua bidang saling memotong, perpotongannya adalah sebuah garis.
TEOREMA

Teorema 2 & 3

Titik di luar sebuah garis? Ada tepat satu bidang melalui garis dan titik itu (T2). Dua garis berpotongan? Ada tepat satu bidang melalui keduanya (T3).

Catatan kritis. Sumber lama kadang menulis "perpotongan dua bidang adalah sebuah titik" — bandingkan dengan Postulat 6: perpotongan dua bidang adalah sebuah garis. Selalu uji pernyataan terhadap postulat!
MESIN 03 · POSTULAT 3
MESIN DUA TITIK · "TEPAT SATU GARIS"

Klik dua titik pada bidang, lalu saksikan garisnya terbentuk. Klik lagi untuk mencoba pasangan baru.

Menunggu titik pertama…
04
BAB 04 — PENGUKURAN

Postulat penggaris & penjumlahan ruas

Bagaimana ruas garis mendapat "angka"? Postulat 7 memasangkan titik dengan koordinat; jarak dua titik adalah selisih positif koordinatnya. Postulat 8 lalu memberi aturan tambah-menambah yang paling sering dipakai sepanjang modul ini.

POSTULAT 7 · PENGGARIS
Setiap titik pada garis dipasangkan dengan satu bilangan nyata (koordinat).
Jarak $AB = |a - b|$ (selisih positif). Dari mana? Penggaris = garis bernomor. "Selisih positif" memastikan jarak tak pernah negatif.
POSTULAT 8 · PENJUMLAHAN RUAS
Jika $B$ di antara $A$ dan $C$, maka $$AB + BC = AC$$ Dari mana? Menempuh A→B lalu B→C sama saja dengan A→C. Koordinatnya memang begitu: $(b-a)+(c-b)=c-a$.
RUAS $AB$ RUAS $BC$ RUAS $AC$  (B di antara A dan C)
MESIN 04 · PENJUMLAH RUAS
MESIN PENJUMLAH RUAS GARIS
5
3

CONTOH PEGANGAN — ΔPEGAS (dipakai di seluruh modul)

Segitiga siku-siku kita: $A(0,0)$, $B(8,0)$, $C(0,6)$. Pada garis koordinat, letakkan $A$ di 0 dan $B$ di 8 → $AB = |8-0| = 8$ (Postulat 7). Titik tengah $AB$ ada di $\tfrac{0+8}{2}=4$ (Teorema 4). Di bab-bab berikutnya, ΔPEGAS akan kembali terus: 6–8–10.

05
BAB 05 — SUDUT

Dunia sudut: dari lancip sampai bertolak belakang

Sudut adalah gabungan dua sinar berpangkal sama. Untuk mengukurnya, Postulat 9 (Busur Derajat) memasangkan setiap sinar dengan bilangan $0^\circ$–$180^\circ$; selisih positifnya itulah ukuran sudut. Postulat 10 lalu mengatur penjumlahannya.

Waspadai salinan lama! Penulisan "900" pada dokumen lama sebenarnya adalah 90° (sembilan puluh derajat) — simbol derajatnya hilang saat disalin.
DEFINISI 7–10
DEF 7

Sudut siku-siku = $90^\circ$.

DEF 8

Sudut lurus = $180^\circ$.

DEF 9

Sudut lancip: $0^\circ < x < 90^\circ$.

DEF 10

Sudut tumpul: $90^\circ < x < 180^\circ$.

DEFINISI 11–12
DEF 11

Dua sudut berkomplemen (berpenyiku): jumlahnya $90^\circ$.

DEF 12

Dua sudut bersuplemen (berpelurus): jumlahnya $180^\circ$.

DEF 22

Dua sudut bertolak belakang: kaki-kaki yang satu adalah sinar berlawanan dari kaki sudut yang lain.

Jembatan Keledai

Komplemen = Kecil (90°). Suplemen = Sambungan garis lurus (180°). Dan Postulat 10: jika sinar $OB$ di antara $OA$ dan $OC$, maka $m\angle AOB + m\angle BOC = m\angle AOC$.

MESIN 05 & 06 · PENJELAJAH SUDUT
PENJELAJAH SUDUT · POSTULAT 9–10
60°

Coba hentikan tepat di 45°, 90°, dan 135° — perhatikan jenis dan pasangannya berubah warna.

MESIN SUDUT BERTOLAK BELAKANG · TEOREMA 9
55°

Teorema 9: sudut bertolak belakang sama besar. Teorema 11: dua sudut berdampingan pada garis lurus berpelurus. Teorema 12: pelurus sudut yang sama juga sama besar.

06
BAB 06 — KESEJAJARAN

Transversal: delapan sudut yang saling terkunci

Garis sejajar ($a \mathbin{/\!/} b$) = sebidang dan tak berpotongan (Def 47). Garis yang memotong keduanya di dua titik berlainan disebut transversal (Def 48). Dari perpotongan itu lahir delapan sudut dengan nama-nama pasangan yang penting.

DEFINISI 49–51
DEF 49

Berseberangan dalam (alternate interior): di daerah interior, sisi berlawanan transversal.

DEF 50

Berseberangan luar (alternate exterior): di daerah eksterior, sisi berlawanan transversal.

DEF 51

Sehadap (corresponding): kedudukan yang sama pada kedua perpotongan, sepihak dengan transversal.

POSTULAT 11 · SEJAJAR
Jika dua garis sejajar terpotong transversal, maka sudut-sudut sehadap sama besar. Dari mana? Ini jembatan dua dunia: postulat inilah (bentuk lain Postulat Euclid V) yang mengubah "sejajar" menjadi fakta tentang angka. Kebalikannya menjadi Postulat 12: sehadap sama besar ⇒ sejajar.
Teorema (garis sejajar + transversal)Kesimpulan
T16 Sudut dalam berseberanganSama besar
T17 Sudut luar berseberanganSama besar
T18 & T19 Sudut dalam / luar sepihakBerpelurus (jumlah $180^\circ$)
T20 Setiap pasang sudut yang terbentukSama besar atau berpelurus
T21 Transversal ⊥ satu garis sejajarJuga ⊥ garis yang satunya
T23 & T24 Dua garis ∥ / ⊥ garis yang samaKedua garis itu saling sejajar
T19K–T22 Kebalikan (sehadap / berseberangan sama, sepihak berpelurus)Membuktikan dua garis sejajar
MESIN 07 · LAB TRANSVERSAL
LAB TRANSVERSAL · POSTULAT 11, TEOREMA 16–20
62°

Klik salah satu sudut a–h pada gambar untuk menyorot semua pasangannya. Karena $l \mathbin{/\!/} m$, semua relasi ini dijamin berlaku (Post 11, T16–20). Jika garis TIDAK sejajar, yang dijamin hanyalah pasangan bertolak belakang.

■ bertolak belakang ■ sehadap ■ berseberangan dalam ■ berseberangan luar ■ sepihak (berpelurus)
07
BAB 07 — SEGITIGA

Segitiga: teorema paling terkenal sedunia — 180°

Segitiga adalah polygon bersisi tiga (Def 27). Ada segitiga sama sisi, sama kaki, dan siku-siku (Def 28–31); di dalamnya bekerja garis tinggi (⊥ sisi di hadapannya, Def 33), garis berat (ke titik tengah sisi, Def 34), dan garis bagi (membagi sudut sama besar, Def 35).

TEOREMA 13
Jumlah sudut dalam setiap segitiga: $$\angle A + \angle B + \angle C = 180^\circ$$ Dari mana? Tarik garis sejajar melalui satu titik sudut, lalu pindahkan dua sudut ke sana memakai sudut dalam berseberangan (T16). Ikuti buktinya di mesin di bawah!
TEOREMA 14 · SUDUT LUAR
Sudut luar segitiga = jumlah dua sudut dalam yang tak berdampingan dengannya. Dari mana? Sudut luar berpelurus dengan sudut dalamnya ($180^\circ - \gamma$), dan $\alpha+\beta = 180^\circ - \gamma$. Sama saja!
MESIN JUMLAH SUDUT · TEOREMA 13 & 14
55°
65°

BUKTI LANGKAH DEMI LANGKAH (α+β+γ = 180°):

TEOREMA 32–38 · SAMA & KETIDAKSAMAAN
KodeIsi
T32–T33Dua sisi sama ⇒ sudut-sudut di hadapannya sama. Segitiga sama sisi ⇒ semua sudutnya sama.
T34–T35Kebalikannya: dua sudut sama ⇒ sisi di hadapannya sama.
T36–T37Sisi/sudut yang lebih besar selalu berhadapan dengan sudut/sisi yang lebih besar.
T38Ketidaksamaan segitiga: jumlah dua sisi selalu lebih besar dari sisi ketiga.
T15Segitiga sama sudut (equilateral): setiap sudutnya tepat $60^\circ$.
MESIN KETIDAKSAMAAN SEGITIGA · TEOREMA 38 & 67
3
4
7

Syarat segitiga: $|a-b| < c < a+b$. Jika $c$ sisi terpanjang dan segitiga sah, Teorema 67 menentukan jenisnya lewat perbandingan $c^2$ dengan $a^2+b^2$ — mesin yang sama akan kita pakai lagi di Bab 09.

Coba ini

a=3, b=4, c=8 → gagal! Karena $3+4=7 < 8$: dua sisi tidak cukup "menggapai" sisi ketiga.

08
BAB 08 — KEKONGRUENAN

Menyatakan dua segitiga identik dengan hanya 3 data

Dua polygon kongruen (Def 26) jika ada korespondensi 1-1 antar titiknya sehingga semua sisi yang berkoresponden kongruen dan semua sudut yang berkoresponden kongruen. Kabar baiknya: untuk segitiga, cukup tiga bagian tertentu yang sama.

POSTULAT 13

S–S–S

Ketiga sisi sama ⇒ kongruen.

POSTULAT 14

S–Sd–S

Dua sisi + sudut yang diapitnya sama ⇒ kongruen.

POSTULAT 15

Sd–S–Sd

Dua sudut + sisi yang diapitnya sama ⇒ kongruen.

POSTULAT 16

M–K (siku-siku)

Sisi miring + satu kaki sama ⇒ kongruen.

TEOREMA 28

Sd–Sd–S

Dua sudut + sisi yang tidak diapit ⇒ kongruen.

TEOREMA 29

M–Sd

Sisi miring + satu sudut lancip ⇒ kongruen.

TEOREMA 30

K–K

Kedua kaki segitiga siku-siku sama ⇒ kongruen.

TEOREMA 31

K–Sd

Satu kaki + satu sudut (di sisi itu) sama ⇒ kongruen.

MESIN 08 · TEBAK KRITERIA
MESIN TEBAK KRITERIA KONGRUEN

SOAL 1 / 4

Kuncinya satu: apakah sisi/sudut itu diapit oleh pasangan yang disebutkan, atau tidak?

09
BAB 09 — PYTHAGORAS

Teorema 65: kaki² + kaki² = miring²

Pada setiap segitiga siku-siku, jumlah kuadrat kedua kaki sama dengan kuadrat sisi miring. Lebih hebat lagi, kebalikannya juga benar — dan perbandingan itu bahkan bisa mendiagnosis lancip atau tumpul.

TEOREMA 65
$$a^2 + b^2 = c^2$$ Dari mana? Pasang bujur sangkar di ketiga sisi: luas dua persegi kaki persis mengisi persegi sisi miring. Kebalikannya (T66): jika $c^2=a^2+b^2$ dengan $c$ terpanjang, segitiga itu pasti siku-siku.
TEOREMA 67 · DIAGNOSIS
$c$ terpanjang:
$c^2 = a^2+b^2$ → siku-siku  ·  $c^2 > a^2+b^2$ → tumpul  ·  $c^2 < a^2+b^2$ → lancip Dari mana? Bayangkan sisi miring "engsel": makin tumpul sudutnya, makin panjang $c$ menempel di tanah — kuadratnya menyalip jumlah kaki.
MESIN PYTHAGORAS · TEOREMA 65
6
8

Contoh Pegangan

ΔPEGAS: $6^2 + 8^2 = 36 + 64 = 100 = 10^2$. Jadi $BC = 10$ — dan karena persamaan terpenuhi, Teorema 66 menegaskan $\angle A = 90^\circ$. Tripel lain untuk dikumpulkan: $(3,4,5)$, $(5,12,13)$, $(7,24,25)$.

Hati-hati! $a^2+b^2=c^2$ hanya berlaku untuk segitiga siku-siku, dan $c$ haruslah sisi miring (terpanjang). Memakainya di segitiga sembarang = kesalahan klasik ujian.
10
BAB 10 — KESEBANGUNAN

Bentuk sama, ukuran bebas: faktor skala

Dua bangun sebangun jika sudut-sudut yang berkoresponden sama dan sisi-sisi yang berkoresponden sebanding. Dari ide sederhana itu tumbuh teorema-teorema perbandingan yang sangat produktif.

KodeIsi Teorema
T56Teorema Titik Tengah: ruas penghubung titik tengah dua sisi segitiga ∥ sisi ketiga dan setengah panjangnya.
T57Pembagi Sisi: garis ∥ satu sisi yang memotong dua sisi lain membagi keduanya dengan perbandingan sama.
T58Sudut Bagi: garis bagi sudut segitiga membagi sisi hadapannya sebanding dengan dua sisi pembentuk sudut: $\dfrac{BD}{DC}=\dfrac{AB}{AC}$.
T59Rasio dua garis searah (tinggi, garis berat, garis bagi) = rasio sisi-sisi yang searah.
T60Faktor skala $a:b$ ⇒ rasio keliling $= a:b$.
T61Faktor skala $a:b$ ⇒ rasio luas $= a^2 : b^2$.
T62–T64Tinggi ke sisi miring menghasilkan dua segitiga siku-siku sebangun; kaki$^2$ = (miring × proyeksinya); tinggi$^2$ = hasil kali dua bagian sisi miring (mean geometri).
MESIN FAKTOR SKALA · T60 & T61 PADA ΔPEGAS

Mengapa luas naik kuadrat? Karena luas menghitung kotak-kotak unit: setiap kotak ikut memanjang dan melebar ×k, jadi tiap kotak "bernilai" k² kotak lama.

Contoh Pegangan

ΔPEGAS punya keliling $6+8+10=24$ dan luas $\tfrac12\cdot 6\cdot 8 = 24$. Salin dengan $k=2$ (T60, T61): keliling jadi $24\cdot 2 = 48$, luas jadi $24\cdot 2^2 = 96$. Perhatikan: keliling naik , luas naik .

11
BAB 11 — SEGI EMPAT & POLIGON

Keluarga segi empat & rumus S = (n−2)·180°

Segi empat adalah polygon bersisi empat (Def 52). Tapi jumlah sudut dalam semua polygon cembung bisa dihitung sekaligus: dari satu titik sudut, polygon n-sisi terbelah menjadi $n-2$ segitiga — masing-masing menyumbang $180^\circ$.

TEOREMA 39 & 40
Jumlah sudut dalam: $S=(n-2)\times 180^\circ$
Jumlah sudut luar (cembung): selalu $360^\circ$ Dari mana? Pilih satu titik sudut, tarik diagonal ke semua titik tak bertetangga → jadilah $n-2$ segitiga. Sudut luar total 360° karena setiap "belokan" keliling bangun ujungnya kembali menghadap arah awal.
HIERARKI (DEF 52–58)
DEF 53–55

Jajar genjang (dua pasang sisi hadapan sejajar) → persegi panjang (satu sudut siku) → persegi (dua sisi bersisihan kongruen).

DEF 56–58

Belah ketupat (jajar genjang bersisi kongruen) · trapesium (tepat sepasang sisi sejajar) · trapesium sama kaki (kaki-kakinya kongruen).

MESIN POLIGON BERATURAN · TEOREMA 39–40
5

Untuk poligon beraturan, tiap sudut dalam = $S/n$, tiap sudut luar = $360^\circ/n$. Uji: n=4 → $S=360^\circ$, cocok dengan segi empat mana pun.

MESIN 09 · PENJELAJAH SEGI EMPAT
PENJELAJAH SEGI EMPAT · TEOREMA 41–55

KodeSifat-sifat penting segi empat
T42–T45Jajar genjang: sisi/sudut berlawanan sama; sudut dalam sepihak berpelurus; diagonal saling membagi sama panjang (T45).
T46–T50Cara membuktikan jajar genjang: dua pasang sisi / dua pasang sudut berlawanan sama; sepasang sisi sama dan sejajar; sudut sepihak berpelurus; diagonal saling membagi.
T41Satu diagonal membagi jajar genjang menjadi dua segitiga kongruen.
T51Persegi panjang: kedua diagonal sama panjang.
T52–T53aBelah ketupat: diagonal membagi sudut berlawanan sama besar dan saling tegak lurus.
T53b–T54Trapesium sama kaki: sudut alas sama besar; diagonal-diagonalnya sama panjang.
T55Garis berat trapesium: sejajar kedua alas, panjangnya $\tfrac12(a+b)$ — setengah jumlah alas.
12
BAB 12 — LINGKARAN

Lingkaran: sudut keliling selalu setengah busurnya

Lingkaran (Def 36) adalah himpunan titik yang berjarak sama (jari-jari, Def 37) dari titik tetap (pusat). Dari relasi pusat–keliling–tali busur–garis singgung, lahir teorema-teorema yang sangat rapi.

TEOREMA 70
$m\angle\text{keliling} = \tfrac12\, m\angle\text{pusat} = \tfrac12\,(\text{busur hadapannya})$ Dari mana? Tarik diameter melalui titik keliling: terbentuk segitiga sama kaki (dua jari-jari), lalu gunakan T13 dan sudut lurus — faktor ½ muncul sendiri.
TEOREMA 72 & 73
Sudut keliling menghadap setengah lingkaran (diameter) = $90^\circ$.
Garis singgung ⊥ diameter (radius) di titik singgung. Dari mana? Langsung dari T70 dengan busur $180^\circ$. Sifat ⊥ garis singgung inilah dasar banyak soal "jarak terpendek" ke lingkaran.
MESIN SUDUT PUSAT–KELILING · TEOREMA 70–72
120°

Geser posisi C sepuasnya: sudut keliling tidak bergeser sedikit pun. Inilah isi Teorema 71.

KodeTeorema lingkaran (68–86, diperingkas)
T68–T69Sudut pusat sama ⇔ busur kecil hadapannya sama.
T71Sudut keliling menghadap busur sama ⇒ sudut sama besar.
T74Tali busur ⊥ garis singgung di titik singgung ⇒ tali busur itu diameter.
T75Sudut dua tali busur berpotongan di dalam = ½(jumlah busur hadapan & busur bertolak belakang).
T76–T77Sudut dari tali busur × garis singgung = ½ busurnya; dua garis potong di luar = ½(selisih busur).
T78–T82Tali busur sama ⇔ busur kecil sama ⇔ berjarak sama dari pusat.
T80Diameter ⊥ tali busur ⇒ membagi dua tali busur dan busurnya.
T83Dua tali busur berpotongan di dalam: hasil kali bagian-bagiannya sama: $ap\cdot bp = aq\cdot bq$.
T84–T85Dari titik luar: (garis potong)(bagian luar) konstan; khusus garis singgung: $\text{singgung}^2 = (\text{potong})(\text{bagian luar})$.
T86Dua garis singgung dari titik luar yang sama sama panjang.
13
BAB 13 — BANGUN RUANG

Prisma, silinder, limas, kerucut, bola

Semua rumus Teorema 87–100 tumbuh dari dua ide: selimut digulung = persegi panjang (luas = keliling alas × tinggi) dan isi runcing = sepertiga isi tumpul dengan alas dan tinggi sama.

T87–89 · PRISMA
$S = p\cdot t$  ·  $LK = S + 2L_A$
$V = L_A \cdot t$ Dari mana? Bongkar sisi tegak: menjadi persegi panjang berukuran (keliling alas) × (tinggi). Volume = menumpuk alas setinggi t.
T90–92 · SILINDER
$LS = 2\pi r\, t$  ·  $LK = 2\pi r(t+r)$
$V = \pi r^2 t$ Dari mana? Sama dengan prisma — alasnya lingkaran dengan keliling $2\pi r$.
T93–95 · LIMAS
$LS = \tfrac12 k\, l$  ·  $LK = LS + L_A$
$V = \tfrac13 L_A\, t$ Dari mana? $k$ = keliling alas, $l$ = garis pelukis. Faktor ⅓: tiga limas identik bisa menyusun satu prisma dengan alas & tinggi sama.
T96–98 · KERUCUT
$LS = \pi r l$  ·  $LK = \pi r(l+r)$
$V = \tfrac13 \pi r^2 t$ Dari mana? Selimut kerucut dibuka = juring lingkaran berjari-jari $l$; volume ⅓ karena kerucut adalah limas ber alas lingkaran. Cari $l$ dengan Pythagoras: $l=\sqrt{r^2+t^2}$!
T99–100 · BOLA
$LP = 4\pi r^2$  ·  $V = \tfrac43 \pi r^3$ Dari mana? Archimedes: bola terpas rapi dalam silinder $r\times 2r$; volume silinder itu $\tfrac32$ kali bola, luasnya termasuk dua tutup $=4\pi r^2$.
POLA BESAR

Perhatikan pola luas → volume: lingkaran $2\pi r$ vs $\pi r^2$; bola $4\pi r^2$ vs $\tfrac43\pi r^3$. Dimensi naik satu, pangkat r naik satu. Menyimpan satuan: luas satuan², volume satuan³.

MESIN 10 · KALKULATOR BANGUN RUANG
KALKULATOR BANGUN RUANG · TEOREMA 87–100
5
8
14
BAB 14 — GEOMETRI ANALITIK

Ketika geometri bertemu aljabar

Pasangkan setiap titik dengan koordinat, dan setiap teorema berubah menjadi rumus. Jarak? Itu Pythagoras yang menyamar. Dua garis sejajar/tegak lurus? Sekadar perbandingan gradien.

TEOREMA 101–102
Jarak: $d=\sqrt{(x_2-x_1)^2+(y_2-y_1)^2}$
Titik tengah: $T=\left(\dfrac{x_1+x_2}{2},\ \dfrac{y_1+y_2}{2}\right)$ Dari mana? Gambar segitiga siku kecil: kaki-kakinya $|x_2-x_1|$ dan $|y_2-y_1|$ — sisi miringnya adalah $d$. Rumus titik tengah = rata-rata Postulat 7.
TEOREMA 103–106 · GRADIEN
Sejajar: $m_1 = m_2$
Tegak lurus: $m_1 \cdot m_2 = -1$ Dari mana? Putar garis $90^\circ$: gradiennya "terbalik dan bertanda balik", sehingga hasil kalinya selalu $-1$.
$A(x_1,y_1)$ $B(x_2,y_2)$ d · T · m
LAB KOORDINAT · TEOREMA 101–102

Klik dua titik pada bidang koordinat (klik ketiga menggeser titik kedua). Segitiga siku putus-putusnya = Pythagoras menyamar.

Klik untuk menempatkan titik A…
MESIN GRADIEN TEGAK LURUS · TEOREMA 105–106
0,75

Coba m₁ = 0,75 (gradien BC pada ΔPEGAS!) → pasangan tegak lurusnya m₂ = −4/3. Dan jika m₁ = 0, pasangannya garis vertikal (gradien tak terdefinisi).

15
BAB 15 — KRISIS SEJAJAR

Postulat kesejajar Euclid & lahirlah geometri non-Euclid

Selama ± 2000 tahun, satu postulat terasa "kurang jelas" dibanding saudara-saudaranya: postulat sejajar. Ribuan percobaan pembuktian selalu gagal atau diam-diam meminjam hal yang setara. Awal abad ke-19, para matematikawan akhirnya sadar: postulat ini tidak pasti — ia bisa diganti. Posisi unik geometri Euclid runtuh pada dekade 1820–1830, dan geometri non-Euclid resmi sah.

"Jika dua garis dipotong garis transversal sehingga jumlah dua sudut dalamnya pada satu sisi transversal kurang dari $180^\circ$, kedua garis itu akan bertemu pada sisi transversal tersebut." Postulat Kesejajar Euclid (Postulat V)
"Melalui sebuah titik di luar garis, terdapat tepat satu garis sejajar dengan garis tersebut." Postulat Playfair — setara dengan Postulat V
EKUIVALENSI

Euclid ⇄ Playfair

Asumsikan Euclid: garis melalui P yang sejajar l bisa dibangun (dua tegak lurus berurutan), dan setiap kandidat lain memaksa sudut lancip → jumlah sepihak < 180° → berpotongan. Maka sejajarnya tunggal → Playfair. Asumsikan Playfair: garis lain melalui P pasti bukan sejajar → berpotongan dengan l di sisi yang jumlah sudut sepihaknya < 180° → itulah pernyataan Euclid. Saling menyirat!

AKSIOMA UMUM (SEBELAS KEPERCAYAAN)

Yang sama dengan yang sama adalah sama · tambah/kurang yang sama dengan yang sama memberi yang sama · keseluruhan > bagian · bangun dapat digeser tanpa berubah · setiap sudut punya garis bagi · setiap ruas punya titik tengah · dua titik menentukan satu garis · ruas dapat diperpanjang · lingkaran dapat dilukis dengan pusat & radius sembarang · semua sudut siku-siku sama besar.

UPAYA 1

Teorema sudut luar: sudut luar segitiga lebih besar daripada sudut dalam tak berdampingan mana pun — jantung banyak bukti ketidaksamaan.

UPAYA 2

Berseberangan dalam sama besar ⇒ sejajar (kebalikan T16) — dan sebaliknya dari Postulat 11.

UPAYA 3

Corollary garis sejajar: melalui P di luar l ada minimal satu sejajar (bangun dua tegak lurus). Kebetulan tunggalnya itulah yang ternyata "mahal".

MESIN 11 · TIGA DUNIA
PENJELAJAH TIGA GEOMETRI · POSTULAT SEJAJAR

Di bola, "garis" = lingkaran besar (seperti garis khatulistiwa & meridian): dua garis selalu berpotongan, jumlah sudut segitiga bisa mencapai 270°. Di bidang pelana, sebaliknya: sejajar bermunculan tak terhingga.

EKUIVALENSI, LANGKAH DEMI LANGKAH:

DuniaSejajar melalui P (di luar garis)Jumlah sudut segitigaNama
Bidang datarTepat satu= $180^\circ$Euclid
Permukaan bolaTidak ada> $180^\circ$Elliptik (Riemann)
Pelana (saddle)Tak hingga banyak< $180^\circ$Hiperbolik (Lobachevsky–Bolyai)
GALERI HAFALAN

Dua belas kartu yang wajib menempel di kepala

Seluruh modul dipadatkan jadi dua belas kartu rumus inti. Kartu bergaris atas warna = kategori: bata (ruas-sudut), teal (sejajar-segitiga), oker (ukuran), violet (analitik).

Penjumlahan ruas

$AB + BC = AC$

Postulat 8 — B di antara A dan C.

PENJUMLAHAN SUDUT

$m\angle AOB + m\angle BOC = m\angle AOC$

Postulat 10.

Bertolak belakang

Sudut bertolak belakang sama besar

Teorema 9; berdampingan pada garis = berpelurus (T11).

Transversal sejajar

Sehadap sama · berseberangan sama · sepihak berpelurus

Postulat 11 & T16–T20; kebalikannya membuktikan sejajar.

Segitiga

$180^\circ$ total · luar $= \alpha + \beta$ · sama sisi $= 60^\circ$

T13, T14, T15.

Ketidaksamaan

$|a-b| < c < a+b$

T38 — syarat mutlak sebuah segitiga.

Pythagoras

$a^2+b^2 = c^2$ · $c^2>$: tumpul · $c^2<$: lancip

T65–T67.

Poligon & skala

$S=(n-2)180^\circ$ · luar $=360^\circ$ · luas skala $=k^2$

T39, T40, T60–T61.

Lingkaran

Keliling $=\tfrac12$ busur · diameter $\to 90^\circ$ · $ap\cdot bp=aq\cdot bq$

T70, T72, T83.

Bangun ruang

$V=L_A t$ · limas/kerucut $=\tfrac13$ · bola $4\pi r^2,\ \tfrac43\pi r^3$

T87–T100.

Jarak & titik tengah

$d=\sqrt{\Delta x^2+\Delta y^2}$ · $T=\left(\tfrac{x_1+x_2}{2},\tfrac{y_1+y_2}{2}\right)$

T101–T102 = Pythagoras + rata-rata.

Gradien

$m_1=m_2$ (sejajar) · $m_1 m_2 = -1$ (tegak lurus)

T103–T106.

UJIAN SINGKAT

Kuis akhir: benar atau salah?

Delapan pernyataan dari seluruh perjalanan. Jawab dengan jujur — mesin akan memberi tahu alasannya.

PAPAN SKOR
SKOR: 0 / 8 — mulai menjawab!
TAMAT.
Tidak ada jalan kerajaan menuju geometri — tetapi setiap titik, garis, dan postulat hari ini sudah kau pegang.
GEOMETRI · MODUL INTERAKTIF VINTAGE PAPER · EUCLID → NON-EUCLID