Fungsi #01 Pengertian Fungsi

FUNGSI — Input → Aturan → Output | Kalkulus Lanjut
0%
f(x) = 2x + 3
x ⟶ f ⟶ f(x)  ·  Domain · Kodomain · Range
x f f(x)
Kalkulus Lanjut · Dimulai dari Nol

Fungsi f(x)

Oleh : Rohmad Wahid Rhomdani
Definisi satu kalimat

Aturan yang menerima input dan menghasilkan tepat satu output — kata kuncinya: tepat satu.

Contoh pegangan

f(x) = 2x + 3
dibaca: “f dari x sama dengan dua x tambah tiga”.

  1. 01
    Konsep & Syarat Fungsimesin input → aturan → output, dan syarat “tepat satu”
  2. 02
    Domain · Kodomain · Rangetiga istilah yang wajib dibedakan
  3. 03
    Eksplisit vs Implisit & Jenis Fungsidua pengelompokan yang berbeda — jangan dicampur

Belum perlu turunan atau integral — kita kokohkan pondasi fungsinya dulu.

Gulir ke bawah
SLIDE 02

Pengertian Fungsi

Dalam matematika, fungsi adalah suatu aturan yang menghubungkan setiap anggota suatu himpunan dengan tepat satu anggota himpunan yang lain.

Fungsi adalah aturan yang menerima input dan menghasilkan tepat satu output.

Gambaran sederhananya:

SKEMA DASAR
Input Aturan Fungsi Output

Contoh aturan: f(x) = 2x + 3 — input dikalikan 2, lalu ditambah 3.

f(2) = 2(2) + 3 = 7
2 7
SLIDE 03

Mengapa Disebut Fungsi?

Kata kunci dalam fungsi: setiap input harus mempunyai tepat satu output. Klik ketiga contohnya dan amati panah pemetaannya:

INPUT · A OUTPUT · B
FUNGSI

Satu input tepat satu output
SLIDE 04

Fungsi sebagai “Mesin”

Untuk memahami fungsi, bayangkan sebuah mesin dengan aturan f(x) = 2x + 3. Geser inputnya atau pilih angka, lalu tekan Jalankan dan lihat mesinnya bekerja:

MESIN f(x) = 2x + 3
① Input
x
2
② Tahap 1
2
4
③ Tahap 2
+ 3
7
④ Output
f(x)
7
Masukkan xx = 2
Preset:
Input xProses 2x + 3Output
x = 12(1) + 3f(1) = 5
x = 22(2) + 3f(2) = 7
x = 52(5) + 3f(5) = 13
x ⟶ f(x)

Gambaran paling sederhana dari sebuah fungsi.

SLIDE 05

Cara Membaca f(x)

Ini sangat penting. Untuk f(x) = 2x + 3, mana yang benar?

Salah dibaca
“f kali x”

f(x) bukan perkalian antara f dan x. Ini kesalahan paling umum pemula — hati-hati!

Benar dibaca
“f dari x”

f(x) menunjukkan nilai fungsi f pada input x. Jadi: “f dari x sama dengan dua x tambah tiga”.

f(2) = 7 dibaca: “f dari dua sama dengan tujuh”.

SLIDE 06

Arti Masing-Masing Simbol

Perhatikan f(x) = 2x + 3 — ada empat bagian yang harus dibedakan:

f(x) = 2x + 3
f · nama fungsi x · variabel input f(x) · nilai fungsi 2x + 3 · aturan / rumus
SimbolArti
fNama fungsi — tidak harus f; bisa g(x), h(x), dan lainnya.
xVariabel input — nilai yang dimasukkan ke dalam fungsi.
f(x)Nilai fungsi f ketika inputnya x.
2x+3Aturan / rumus — “kalikan input dengan 2, lalu tambahkan 3”.
Nama fungsi bebas
g(x) = 2x + 3

Dibaca: “g dari x sama dengan dua x tambah tiga.” Hurufnya berbeda, aturannya sama — yang penting konsisten dalam satu pembahasan.

Fungsi bernama f mempunyai aturan: kalikan input dengan 2, kemudian tambahkan 3.

SLIDE 07

Menghitung Nilai Fungsi

Diketahui f(x) = 2x + 3. Tentukan f(4).

Karena inputnya 4, kita mengganti x dengan 4 di seluruh aturan:

f(4) = 2(4) + 3
f(4) = 8 + 3
f(4) = 11

Dibaca: “nilai f dari 4 adalah 11.”

HITUNG f(x) = 2x + 3
① Ganti x → 4
f(4) = 2(4) + 3
② Kalikan 2
= 8 + 3
③ Jumlahkan
= 11
f(4) = 11
Coba input lain: x = 4
SLIDE 08

Hubungan x dan y

Fungsi juga sering ditulis:

y = f(x)

Artinya: nilai y ditentukan oleh nilai x. Untuk f(x) = 2x + 3, kita dapat menulis:

y = 2x + 3

Contoh: jika x = 1, maka y = 2(1) + 3 = 5.

x = 1input yang dipilih
f(x) = 2x + 3aturan mengolah
y = 5output yang dihasilkan
1 5
SLIDE 09

Input dan Output

Dalam fungsi terdapat dua gagasan penting:

Input

Nilai yang dimasukkan ke dalam fungsi.

x
Output

Nilai yang dihasilkan oleh fungsi.

f(x) atau y
Contoh dengan fungsi lain
f(x) = 3x − 2 ,  x = 4
f(4) = 3(4) − 2 = 10
4 10 Input Output
SLIDE 10

Domain, Kodomain, dan Range

Sekarang tiga istilah penting. Misalkan kita mempunyai fungsi:

f : A ⟶ B

Dibaca:  “fungsi f dari A ke B”  — f memetakan anggota himpunan A ke himpunan B.

Istilah 1

Domain

Himpunan yang berisi input yang diperbolehkan.

Istilah 2

Kodomain

Himpunan tujuan tempat output berada.

Istilah 3

Range

Kumpulan output yang benar-benar dihasilkan oleh fungsi.

SLIDE 11

Contoh: Membedakan D · K · R

Misalkan A = {1, 2, 3}, B = {2, 4, 6, 8, 10}, dan aturannya f(x) = 2x. Tekan tombol Sorot Range untuk melihat output mana yang benar-benar tercapai:

A · DOMAIN B · KODOMAIN
Domain = {1, 2, 3} Kodomain = {2, 4, 6, 8, 10} Range = {2, 4, 6}

Pemetaannya:
1 → 2 ,  2 → 4 ,  3 → 6

Angka 8 dan 10 termasuk kodomain, tetapi tidak pernah dihasilkan — karena itu bukan range.

SLIDE 12

Jadi, Apa Bedanya?

Cara paling mudah mengingat ketiganya:

Domain

Input yang diperbolehkan

Kodomain

Daerah tujuan output

Range

Output yang benar-benar dihasilkan

Range selalu bagian dari kodomain — tetapi kodomain bisa saja lebih besar.

SLIDE 13

Fungsi Eksplisit

Eksplisit bukan nama fungsi — eksplisit adalah cara menyatakan hubungan antara variabel.

Jika y sudah dinyatakan secara langsung dalam bentuk fungsi x, maka disebut bentuk eksplisit:

y = 2x + 3
f(x) = 2x + 3
CIRI BENTUK EKSPLISIT
  • y berdiri sendiri di ruas kiri.
  • Ruas kanan hanya berisi x dan konstanta.
  • Langsung terbaca: “y adalah fungsi dari x”.

Dibaca: “y sama dengan dua x tambah tiga” atau “f dari x sama dengan dua x tambah tiga”.

SLIDE 14

Fungsi Implisit

Sekarang perhatikan:

x + y = 10

Di sini x dan y masih berada dalam satu persamaan — y belum dinyatakan langsung sebagai fungsi dari x. Bentuk seperti ini disebut implisit.

Contoh lain:

x² + y² = 25
x² + xy + y² = 7
CIRI BENTUK IMPLISIT
  • x dan y bercampur dalam satu persamaan.
  • Hubungan keduanya diberikan melalui persamaan.
  • Belum berbentuk langsung y = f(x).

Hubungan x dan y tetap ada — hanya cara penulisannya yang belum “dilepas”.

SLIDE 15

Implisit Bisa Diubah Menjadi Eksplisit

Contoh: x + y = 10. Kita pindahkan x ke ruas kanan, dan bentuknya berubah menjadi eksplisit. Tekan tombolnya untuk mengikuti langkahnya:

Hasil akhir
IMPLISIT
x + y = 10
EKSPILISIT
y = 10 − x
TRANSFORMASI
Langkah 1 dari 3 hubungan sama, penulisan beda
SLIDE 16

Jenis Fungsi Berdasarkan Bentuk Rumus

Selain eksplisit/implisit, ada pengelompokan lain: berdasarkan bentuk matematikanya. Tujuh jenis yang paling sering ditemui:

SLIDE 17

Jangan Campur Pengelompokan Ini

Ini bagian yang sangat penting. Satu fungsi bisa dilihat dari dua sisi sekaligus. Misalnya:

y = x² + 3x + 2
Lensa 1 · Cara penulisan Eksplisit

y sudah berdiri sendiri sebagai fungsi dari x.

Lensa 2 · Bentuk aljabar Kuadrat

Pangkat tertinggi variabelnya adalah 2.

Eksplisit dan kuadrat bukan dua jenis yang bertentangan — satu fungsi bisa disebut:

“fungsi eksplisit berbentuk kuadrat”

Contoh kedua
y = (x+1)/(x−2)

adalah fungsi eksplisit berbentuk rasional — eksplisit dari cara penulisan, rasional dari bentuk aljabarnya.

SLIDE 18

Peta Istilah Fungsi

Supaya tidak bingung — tidak semuanya berada dalam kelompok yang sama:

A · Konsep Dasar
Input Fungsi Output
fungsiinputoutputdomain kodomainrangevariabelnilai fungsi
B · Cara Penulisan
eksplisitimplisit

Menjawab pertanyaan: “bagaimana hubungan x dan y dituliskan?”

C · Bentuk Fungsi
linearkuadratkubikpolinomial rasionalakareksponenlogaritma

Menjawab pertanyaan: “seperti apa bentuk rumusnya?”

SLIDE 19

Contoh Lengkap: Analisis Satu Fungsi

Perhatikan fungsi berikut dan kita bedah semua aspeknya:

f(x) = x² + 2x + 1
AspekJawaban
Namaf — dibaca “f”.
Variabelx — dibaca “x”.
Notasif(x) — dibaca “f dari x”.
Rumusx² + 2x + 1
PenulisanKarena y = x² + 2x + 1 → eksplisit.
JenisPangkat tertinggi 2 → fungsi kuadrat.

Kesimpulan analisis:

f(x) = x² + 2x + 1 adalah
fungsi kuadrat yang dinyatakan secara eksplisit

Dua label sekaligus — dan keduanya tidak saling bertentangan.

SLIDE 20

Ringkasan untuk Dihafalkan

Kalau baru mulai belajar Kalkulus Lanjut, hafalkan alur ini dahulu:

FUNGSIaturan yang menghubungkan setiap input dengan tepat satu output
x ⟶ f(x)x = input · f(x) = output
f(x) = 2x + 3dibaca: “f dari x sama dengan dua x tambah tiga”
f(2) = 7dibaca: “f dari dua sama dengan tujuh”
Domain · Kodomain · Rangeinput yang diperbolehkan · daerah tujuan · output yang benar-benar dihasilkan
Eksplisit vs Implisitberdasarkan cara penulisan
Linear · Kuadrat · Kubik · Rasional · Akar · Eksponen · Logaritmaberdasarkan bentuk fungsi
SLIDE 21

Inti Paling Dasar

Kalau hanya boleh mengingat satu gambar konsep, ingat ini:

xyang masuk
faturan / nama fungsi
f(x)hasil yang keluar
SATU INPUT TEPAT SATU OUTPUT
Fungsi itu apa, satu kalimat?
Aturan yang menerima input dan menghasilkan tepat satu output.
Tiga istilah wilayahnya?
Domain (input), kodomain (tujuan), range (output nyata).
Dua cara menuliskannya?
Eksplisit (y berdiri sendiri) dan implisit (x dan y bercampur).
  Bersambung · Materi Berikutnya Fungsi Kompleks w = f(z) Aturan fungsi yang bekerja pada bilangan kompleks
Kalkulus Lanjut — pondasi fungsi, dimulai dari nol

x ⟶ f ⟶ f(x)  ·  SATU INPUT, TEPAT SATU OUTPUT