Barisan & Deret BERTINGKAT
Kalau beda suatu barisan tidak kunjung konstan? Jangan panik — bedakan sekali lagi. Dari ordo 1, 2, 3, hingga ordo-n yang fleksibel dan dinamis; dari Rumus Newton, metode koefisien Yin-Yang, sampai deret bertingkat dan aplikasinya — semua dari nol, dengan empat mesin interaktif.
Gulir per-bab — seperti menaiki tangga bertingkat
Konsep Dasar
Beda Tingkat: naikkan lantainya, konstanlah ia
Semua berawal dari barisan aritmetika yang sudah kau kenal. Barisan bertingkat hanyalah saudaranya yang menaiki tangga.
Barisan aritmetika (ordo 1) adalah barisan yang selisih dua suku berdampingannya (disebut beda) selalu tetap. Contoh: 5, 9, 13, 17, 21 — bedanya selalu 4. Rumusnya:
Namun sekarang perhatikan barisan pegangan yang akan menemani kita sepanjang lembar ini:
8 · 19 · 36 · 59 · 88 · …
Suku pertama a = 8. Beda tingkat 1-nya?
Selisihkan suku berdampingan (kanan dikurangi kiri): 11, 17, 23, 29. Tidak konstan! Jadi ini bukan ordo 1. Trik jitu barisan bertingkat: bedakan sekali lagi — selisihkan barisan beda itu sendiri: 6, 6, 6. Konstan! Berarti barisan pegangan kita baru jujur di lantai kedua: ia bertingkat ordo 2.
Definisi Kunci — Kotak Jawaban
Ordo sebuah barisan bertingkat = tingkat pertama tempat bedanya menjadi konstan. Beda tingkat-1 konstan → ordo 1. Perlu dua kali pembedaan → ordo 2. Perlu tiga kali → ordo 3. Dan seterusnya hingga ordo-n. Berhentilah membedakan begitu menemukan barisan konstan.
Skema mesin beda — input menjadi output
Kamus simbol — hafalkan, dipakai di seluruh lembar
| Simbol | Arti | Diambil dari | Nilai pada pegangan |
|---|---|---|---|
| a | Suku pertama barisan utama (tingkat 0) | Angka paling kiri tingkat 0 | 8 |
| b | Angka pertama beda tingkat 1 | Angka paling kiri tingkat 1 | 11 |
| c | Angka pertama beda tingkat 2 | Angka paling kiri tingkat 2 | 6 |
| d | Angka pertama beda tingkat 3 | Angka paling kiri tingkat 3 | — (pada barisan №2: 6) |
| n | Posisi suku yang dicari | Bilangan asli 1, 2, 3, … | bebas |
| Un | Nilai suku ke-n | Hasil substitusi ke rumus | U3 = 36 |
Post-it: Panen Terdepan
Angka paling kiri tiap tingkat itulah a, b, c, d. Itu satu-satunya yang kita butuhkan dari seluruh tabel beda — sisa angkanya hanya penjaga gerbang.
Rumus Inti · Untuk Dihafal
Metode Newton: satu rumus untuk semua ordo
Tidak perlu eliminasi, tidak perlu menebak bentuk. Masukkan a, b, c, d — rumus bekerja untuk ordo berapa pun.
Setiap naik satu tingkat: tambah satu faktor $(n-k)$ dan penyebut bertambah $k!$ — berhenti sesuai ordonya.
Ordo 1
$$U_n = a + (n-1)b$$Beda tingkat 1 konstan — inilah barisan aritmetika biasa.
Ordo 2
$U_n = a + (n-1)b $ $+ \tfrac{(n-1)(n-2)}{2}\,c$Karena $2! = 2$. Barisan pegangan kita tinggal di sini.
Ordo 3
$U_n = a + (n-1)b $ $+ \tfrac{(n-1)(n-2)}{2}c $ $+\tfrac{(n-1)(n-2)(n-3)}{6}d$Karena $3! = 6$. Ditutup di tingkat ketiga.
Kantong Faktorial — hafalkan lima angka ini
$0! = 1 \quad 1! = 1 \quad 2! = 2 \quad 3! = 6 \quad 4! = 24$
Karena itu ordo 2 memakai penyebut $2$ dan ordo 3 memakai penyebut $6$. Dari mana angka-angka itu muncul? Dibongkar tuntas di Bab 04.
Barisan bertingkat mengajarkan satu hal: kalau belum konstan di lantai ini, naiklah satu lantai.
— Lembar №7 · Bab Beda Tingkat
Mesin Interaktif №1 · Detektor Pola
Mesin Beda bertingkat — dengan input bebas
Ketik barisan versimu sendiri — misalnya 2, 4, 6, 8, 10 — tekan Jalankan, dan mesin membedakan tingkat demi tingkat lalu menghakimi: bertingkat ordo berapa, geometri, Fibonacci, atau tidak terdeteksi.
Klik contoh cepat, atau ketik barisan sendiri lalu tekan Jalankan / Enter.
Siap. Menunggu barisan…
Cara Membaca Mesin
Angka paling kiri tiap baris itulah $a, b, c, d$ — "panen terdepan". Mesin juga memeriksa kelayakan otomatis: bila sampai tingkat 3 tak ada baris konstan, ia mengecek rasio (geometri) dan penjumlahan berdampingan (Fibonacci) sebelum menyatakan belum menemukan. Bila barisanmu ordo 2 atau 3, tombol Kirim ke Mesin Yin-Yang meneruskan $a, b, c, d$ ke Bab 07.
Laboratorium Rumus
Dari mana asal rumus Newton?
Rumus itu bukan sulap — ia lahir dari kegiatan paling jujur di matematika: menjumlahkan selisih berulang-ulang.
Ambil barisan ordo 2. Untuk sampai dari $a$ ke suku ke-$n$, kita menambahkan $(n-1)$ buah beda tingkat 1 secara berantai. Nah, beda tingkat 1 itu sendiri adalah barisan aritmetika: mulai dari $b$, naik terus sebesar $c$:
Uji pada pegangan untuk $n=4$: cara manual, $U_4 = 8 + (11+17+23) = 8+51 = \mathbf{59}$. Cara rumus, $8 + 3(11) + \frac{3\cdot 2}{2}(6) = 8+33+18 = \mathbf{59}$. Identik. Itulah asal suku $(n-1)b$ dan $\frac{(n-1)(n-2)}{2}c$.
Lalu bagaimana penyebut 6 di ordo 3? Ketika beda-nya sendiri bertingkat, penjumlahan berantai membentuk tangga yang menebal dua lapis — pola pembaginya berderet:
Pola tangga faktorial
Hasil penjumlahan berulang menghasilkan pembagi $1,\ 2,\ 6,\ 24,\ \ldots$ yaitu $1!,\ 2!,\ 3!,\ 4!$. Karena itu penyebut di tingkat ke-$k$ selalu $k!$ — dan itulah wajahnya di rumus Newton.
Barisan — 5 suku pertama diketahui, sisanya prediksi rumus
Rincian tiap suku rumus
Kontribusi tiap suku
Satu keanggunan yang jarang diperhatikan
Geser $n$ ke angka kecil: pada ordo 2, saat $n=1$ atau $n=2$ suku $c$ bernilai 0 otomatis — karena faktor $(n-2)$ mencetak nol. Inilah sebab rumus Newton tetap akurat di awal barisan meski memuat suku tingkat tinggi.
Metode Koefisien Polinomial
Yin-Yang ordo 2: tiga persamaan, tiga rahasia
Barisan ordo 2 pasti lahir dari polinomial kuadrat. Tugasmu: membongkar koefisien $A, B, C$ dari nilai depan tiap tingkat.
Mengapa kuadrat? Karena fungsi kuadrat punya sifat yang persis mendefinisikan ordo 2: beda tingkat keduanya konstan. Lihat pola $n^2$ telanjang:
| n | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|
| n² | 1 | 4 | 9 | 16 | 25 |
| Δ¹ | 3 · 5 · 7 · 9 | ||||
| Δ² | 2 · 2 · 2 ← konstan! | ||||
Bentuk umum ordo 2: $U_n = An^2 + Bn + C$. Sekarang bongkar mesinnya — hitung beda-depan dari bentuk umum itu langsung:
Tiga persamaan beda-depan (sistem Yin-Yang ordo 2)
(paling bawah)$2A \;=\; $ Beda Tingkat 2
(suku pertama)$A + B + C \;=\; $ Suku Pertama
Kenapa dikerjakan dari bawah ke atas?
Di tingkat paling bawah, $A$ muncul sendirian — langsung ketemu tanpa bantuan siapa pun. Setelah $A$ diketahui, naik satu lantai: $B$ bisa dihitung. Naik lagi: $C$. Nama Yin-Yang-nya karena nilai depan tiap tingkat saling berpasangan atas-bawah.
Dari Mesin Beda: beda tingkat 2 = $c=6$, beda tingkat 1 = $b=11$, suku pertama = $a=8$. Kerjakan dari bawah:
$U_n = 3n^2 + 2n + 3$
Tabel verifikasi interaktif — klik selnya, ia menyala
| Rumus vs asli | n = 1 | n = 2 | n = 3 | n = 4 | n = 5 |
|---|---|---|---|---|---|
| $3n^2+2n+3$ | 8 | 19 | 36 | 59 | 88 |
| Barisan asli | 8 | 19 | 36 | 59 | 88 |
Klik angka pada kolom n untuk menyalakan perhitungannya.
Sempurna — cocok di semua suku
Metode Koefisien Polinomial
Yin-Yang ordo 3: naik satu lantai lagi
Empat koefisien $A, B, C, D$ — dan satu jebakan klasik bernama "lupa dibagi 6".
Barisan ordo 3 lahir dari polinomial $U_n = An^3 + Bn^2 + Cn + D$. Dari mana angka 6, 12, 7 pada sistem persamaannya? Bongkar dari perilaku $n^3$:
| n | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|
| n³ | 1 | 8 | 27 | 64 | 125 |
| Δ¹ | 7 · 19 · 37 · 61 | ||||
| Δ² | 12 · 18 · 24 | ||||
| Δ³ | 6 · 6 ← konstan! | ||||
Empat persamaan beda-depan (sistem Yin-Yang ordo 3)
(paling bawah)$6A \;=\; $ Beda Tingkat 3
(suku pertama)$A + B + C + D \;=\; $ Suku Pertama
Panen terdepan: $a=2,\; b=8,\; c=12,\; d=6$. Dari bawah ke atas:
$U_n = n^3 + n$
Cek: $n=4 \Rightarrow 64+4=68$ ✓ · $n=5 \Rightarrow 125+5=130$ ✓
Jebakan Klasik — hati-hati!
Dua kesalahan paling sering di ulangan: lupa membagi beda tingkat 3 dengan $6$ (= $3!$), dan lupa membagi beda tingkat 2 dengan $2$ (= $2!$) saat mencari $B$. Hafalkan: semakin dalam tingkatnya, semakin besar pembaginya — 2, lalu 6, lalu 24.
Post-it: Pola koefisien cepat
Ordo 2: $A = c \div 2$. Ordo 3: $A = d \div 6$, lalu sisa "12A" ditagih saat mencari $B$. Urutan kerja selalu: bawah → atas.
Mesin Interaktif №2 · Koefisien Otomatis
Mesin Yin-Yang — dari beda ke polinomial
Masukkan hasil panen terdepan ($a$, $b$, $c$, $d$) — mesin menyelesaikan sistem langkah demi langkah, lalu memverifikasi dua arah.
Alur kerja tiga bab yang sudah kau kuasai
① Bedakan (Mesin Beda, Bab 03) → ② panen terdepan $a,b,c,d$ → ③ substitusi sistem Yin-Yang (mesin ini) → dapat $U_n$ dalam bentuk polinomial. Dua metode, satu jawaban — saling mengecek.
Dari Barisan ke Jumlah
Deret bertingkat: menjumlahkan suku-sukunya
Deret = jumlah suku-suku barisan. Dan ada kejutan indah: setiap penjumlahan menaikkan ordonya satu lantai.
Misal $S_n = U_1 + U_2 + \cdots + U_n$ (jumlah $n$ suku pertama). Jika $U_n$ bertingkat ordo $k$, maka barisan $S_n$-nya bertingkat ordo $k+1$ — karena menjumlahkan sama saja dengan membuat beda baru. Rumus Newton-nya menyesuaikan: faktornya kini $\binom{n}{k}$, bukan $\binom{n-1}{k}$:
Kejutan satu lantai
Jumlahkan pegangan: $S = 8, 27, 63, 122, 210$. Bedakan: $\Delta^1 = 19, 36, 59, 88$ — itu barisan asli kita yang digeser! Lanjutkan: $\Delta^2 = 17, 23, 29$ dan $\Delta^3 = 6, 6$ konstan. Barisan ordo 2 → deretnya ordo 3. Selalu demikian.
Panen terdepan dari barisan $U$: $a=8,\ b=11,\ c=6$. Maka:
Cek $n=3$: $S_3 = 24 + 33 + 6 = 63$ — persis $8+19+36$. 63. ✓
Aplikasi Nyata
Empat cerita dunia, satu pola tangga
Barisan bertingkat bukan mainan kertas — ia muncul di kursi auditorium, bola yang jatuh, celengan, sampai tumpukan kaleng di pasar.
Kursi Auditorium
Baris depan 18 kursi; penambah antarbaris naik terus: +4, +6, +8, …
Bola Jatuh Bebas
Jarak jatuh tiap detik: 4,9 m; 19,6 m; 44,1 m; … kenaikan tetap 9,8.
Celengan Disiplin
Setoran: 5rb; 7rb; 11rb; 17rb — kenaikannya naik 2rb terus.
Piramida Kaleng
Lapisan atas 1 kaleng, lalu 3, 6, 10, … bilangan segitiga.
Pertumbuhan suku demi suku
Mesin Interaktif №3 · Universal
Ordo-n dinamis: lempar barisan apa pun
Barisan yang lahir dari polinomial derajat $k$ pasti tertangkap di ordo $k$ — mesin ini mencari sampai ordo 4, lalu membangun rumusnya dan memprediksi 2 suku berikutnya.
Mengapa ini fleksibel?
Rumus Newton tidak peduli ordonya berapa — tiap tingkat baru hanya menambah satu faktor dan satu pembagi faktorial. Karena itu mesin yang sama bekerja untuk $k=1, 2, 3, 4, \ldots$ tanpa diubah. Satu prinsip, tak terbatas lantai.
Uji Pemahaman
Enam kartu — beranikah membaliknya?
Klik kartu untuk membuka jawaban. Kartu krem-kemerahan dan krem-kehijauan bergantian — putuskan dulu sebelum mengintip!
Kartu 01
Barisan 3, 7, 13, 21, 31 adalah barisan bertingkat ordo 2.
Ketuk untuk jawaban
Δ¹: 4, 6, 8, 10 lalu Δ²: 2, 2, 2 — konstan di tingkat kedua. Ordo 2. ✓
Kartu 02
Rumus Newton ordo 2: $U_n = a + (n-1)b + \frac{(n-1)(n-2)}{2}c$.
Ketuk untuk jawaban
Persis. Penyebut 2 adalah $2!$ dari tangga faktorial. ✓
Kartu 03
Barisan geometri 1, 2, 4, 8, 16 adalah barisan bertingkat ordo 1.
Ketuk untuk jawaban
Bedanya 1, 2, 4, 8 — tidak konstan; dibedakan berkali-kali pun tak akan konstan. Ia geometri, bukan bertingkat.
Kartu 04
Menjumlahkan barisan ordo 2 menghasilkan deret yang ordo-nya 3.
Ketuk untuk jawaban
Bukti pegangan: $S = 8, 27, 63, 122, 210$ → $\Delta^3 = 6, 6$ konstan. ✓
Kartu 05
Pada ordo 3, nilai $A = d \div 2$.
Ketuk untuk jawaban
$A = d \div 6$, karena $3! = 6$. Yang berhubungan dengan pembagian 2 itu langkah mencari $B$.
Kartu 06
Barisan 2, 4, 8, 14, 22, 32 berordo 3.
Ketuk untuk jawaban
Δ¹: 2, 4, 6, 8, 10 dan Δ²: 2, 2, 2, 2 — konstan lebih cepat! Ordo 2, dengan $U_n = n^2 - n + 2$.
Selesaikan semua kartu sebelum lanjut
Ringkasan Akhir
Kantong rumus: bawa pulang delapan ini
Seluruh lembar terbungkus dalam delapan baris. Merekalah paspor-mu naik tangga.
Newton Umum
$$U_n = a + \sum_{k\ge1} \binom{n-1}{k}\,\Delta^k_1$$$\Delta^k_1$ = panen terdepan tingkat ke-$k$.
Ordo 2
$$U_n = a + (n-1)b + \tfrac{(n-1)(n-2)}{2}c$$Ordo 3
$$U_n = a + (n-1)b + \tfrac{(n-1)(n-2)}{2}c + \tfrac{(n-1)(n-2)(n-3)}{6}d$$Yin-Yang O2
$$2A=\Delta^2,\quad 3A+B=\Delta^1_1,\quad A+B+C=U_1$$Yin-Yang O3
$$6A=\Delta^3,\; 12A{+}2B=\Delta^2,\; 7A{+}3B{+}C=\Delta^1_1,\; A{+}B{+}C{+}D=U_1$$Deret Bertingkat
$$S_n = n\,a + \binom{n}{2}b + \binom{n}{3}c + \binom{n}{4}d + \cdots$$Faktorial
$$0!=1,\; 1!=1,\; 2!=2,\; 3!=6,\; 4!=24$$Alur Emas
BEDA → KONSTAN → PANEN a·b·c·d
→ SUBSTITUSI → UJI → PREDIKSI
Kantong penuh — siap ujian